KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Desa Wisata Sangkuliman di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menunjukkan potensinya sebagai destinasi wisata berbasis ekowisata dan pemberdayaan masyarakat. Setelah melalui pembinaan selama tiga tahun oleh Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, desa tersebut kini dipercaya mewakili Kukar dalam ajang Lomba Desa Wisata tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Keikutsertaan Desa Sangkuliman menjadi bagian dari upaya mendukung program Kukar Idaman Terbaik melalui pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Konsep wisata yang diusung tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengangkat budaya lokal, sejarah permukiman, hingga kehidupan masyarakat nelayan tradisional.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman, Akhmad Rojali, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kukar, khususnya jajaran Dinas Pariwisata Kukar yang selama ini aktif mendampingi pengembangan desa wisata tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada Desa Sangkuliman,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Rojali menjelaskan, seluruh potensi unggulan desa telah dipersiapkan dan dipresentasikan dalam tahapan lomba. Salah satu daya tarik utama yang diangkat adalah konsep ekowisata berbasis masyarakat yang tetap mempertahankan nilai-nilai lokal dan kelestarian lingkungan.
Desa Sangkuliman memiliki sejarah unik sebagai kawasan pemukiman terpadu tahun 1990 yang merupakan program dari Kementerian Sosial. Dari beberapa desa yang dibangun dalam program tersebut, hanya Desa Sangkuliman yang masih bertahan hingga saat ini. Keunikan itu menjadi salah satu nilai historis yang menarik perhatian wisatawan.
Secara geografis, desa ini berada di kawasan strategis yang diapit dua sungai dan dua danau, yakni Sungai Mahakam, anak Sungai Mahakam, Danau Saguntur, dan Danau Semayang. Kondisi alam tersebut membentuk kehidupan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan tradisional.
Wisatawan yang datang dapat menikmati berbagai paket wisata berbasis alam dan budaya, seperti susur sungai, wisata danau, wisata luah, hingga pengalaman langsung bersama nelayan tradisional Saguntur. Aktivitas tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan pengalaman autentik kehidupan masyarakat pesisir dan perairan Kukar.
Selain itu, masyarakat Desa Sangkuliman juga mempertahankan tradisi menanam pohon kelapa di setiap rumah sejak program pemukiman tahun 1990 dijalankan. Pohon kelapa tersebut kini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat selain menangkap ikan di danau.
Dari sisi kuliner, Desa Sangkuliman menawarkan makanan khas yang menjadi favorit wisatawan, seperti Iwak Besumap, serta aneka olahan kelapa berupa kue Kikicak dan Kalalpon. Kuliner tradisional itu menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas budaya lokal kepada pengunjung.
Tak hanya kaya akan budaya dan kuliner, desa ini juga memiliki cerita rakyat dan nuansa mistis yang menjadi daya tarik wisata. Salah satunya adalah kawasan hutan di Pulau Gunung Tallo yang dikenal dengan julukan “The Magical of Sangkuliman”. Kawasan tersebut dipercaya menyimpan berbagai kisah misteri yang hingga kini masih menjadi cerita turun-temurun masyarakat setempat.
Desa Sangkuliman juga dikenal sebagai habitat satwa khas Kalimantan seperti pesut dan bekantan yang semakin menambah nilai wisata alamnya. Keberadaan satwa tersebut menjadi simbol penting pelestarian lingkungan yang terus dijaga masyarakat desa.
Sejumlah objek wisata unggulan yang dimiliki Desa Sangkuliman di antaranya Tanjung Hallat, Tanjung Rappeh, Tanjung Palla, Luah Ulaman, Luah Kijang, Luah Palla, Danau Saguntur, Gunung Tallo, hingga kawasan Pemukiman Desa Terpadu 1990.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan, desa ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, tempat ibadah, toilet umum, homestay, sarana olahraga, hingga warung-warung warga yang tersebar di sebelas gang pemukiman.
Dengan kekayaan alam, budaya, sejarah, dan keterlibatan aktif masyarakat, Desa Wisata Sangkuliman diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan Kalimantan Timur sekaligus membawa nama Kukar meraih prestasi di tingkat provinsi.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















