Menu

Mode Gelap
Otorita IKN dan PNM Jajaki Kerja Sama, Perkuat Pembiayaan UMKM Menuju Target Bebas Kemiskinan 2035 Puluhan Penerima MBG di Sebulu Alami Gejala Diduga Keracunan, Pemkab Kukar Lakukan Investigasi DPRD Samarinda Dukung Penataan Pasar, Ahmad Vananzha Minta Hak Pedagang Tetap Dilindungi DPRD Nilai Pelayanan Publik di Samarinda Semakin Membaik, Digitalisasi Permudah Warga DPRD Samarinda Dorong Pemenuhan Guru dan Tenaga Kesehatan, Pendidikan serta Layanan Medis Jadi Prioritas

BERITA DAERAH · 15 Jun 2026 14:00 WITA ·

DPRD Samarinda Dorong Tebing Gunung Lonceng Jadi Destinasi Wisata Bersejarah dan Penggerak Ekonomi Warga


 Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pengembangan Tebing Gunung Lonceng di Kecamatan Samarinda Seberang sebagai destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam dan nilai sejarah, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong pengembangan Tebing Gunung Lonceng di Kecamatan Samarinda Seberang sebagai destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam dan nilai sejarah, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan kawasan Tebing Gunung Lonceng di Kecamatan Samarinda Seberang. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam dengan nilai sejarah sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal itu disampaikan Novan kepada awak media usai menghadiri Musrenbang Tematik RKPD Kota Samarinda Tahun 2027 bertema “Keterlibatan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah” di Arutala Ballroom Bapperida Kota Samarinda, Senin (15/6/2026).

Menurut Novan, sebuah destinasi wisata yang dikembangkan pemerintah harus mampu memberikan manfaat nyata, bukan hanya menjadi tempat kunjungan semata. Kehadiran objek wisata yang dikelola dengan baik diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah.

“Wisata harus menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai, pengembangan Tebing Gunung Lonceng tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam yang dimiliki. Pemerintah perlu menyiapkan konsep pengelolaan yang matang, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung agar kawasan tersebut mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas dasar seperti akses jalan yang memadai, area parkir, penerangan, keamanan, hingga fasilitas pendukung bagi pengunjung menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tarik wisata.

“Pengelolaan harus dilakukan secara tepat sehingga destinasi wisata di Samarinda benar-benar memberikan dampak positif, khususnya bagi masyarakat di sekitar kawasan,” katanya.

Novan juga menegaskan perlunya kajian yang komprehensif sebelum pengembangan dilakukan. Kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan infrastruktur dan sistem pengelolaan sehingga investasi yang dilakukan pemerintah dapat berjalan efektif.

“Utility dan fasilitas penunjang harus terpenuhi agar mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar daerah,” jelasnya.

Menurutnya, peninjauan lokasi yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan adanya proses perencanaan yang sedang berjalan. Karena itu, ia berharap tahapan tersebut segera diikuti dengan realisasi pembangunan melalui dukungan anggaran pada tahun 2027.

“Kalau sudah ada peninjauan berarti proses perencanaannya sudah dimulai. Tinggal bagaimana eksekusinya dapat diwujudkan sehingga pembangunan sarana pendukung bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Selain memiliki panorama alam yang menarik, Novan mengungkapkan bahwa Tebing Gunung Lonceng juga menyimpan nilai sejarah yang patut dilestarikan. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, nama kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan lonceng yang dahulu digunakan sebagai penanda untuk memantau aktivitas di Sungai Mahakam, termasuk mengawasi pergerakan bajak laut maupun kapal-kapal VOC pada masa kerajaan setempat.

“Nilai sejarah ini menjadi kekuatan tambahan yang harus diangkat,” katanya.

Ia menilai pengembangan wisata berbasis sejarah akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pengunjung. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam dari atas tebing, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai perjalanan sejarah kawasan tersebut.

Menurut Novan, pemerintah daerah perlu mendukung upaya penelusuran sejarah yang saat ini tengah dilakukan agar nantinya dapat menjadi bagian dari identitas resmi destinasi wisata tersebut.

“Yang kita inginkan bukan sekadar menjadi monumen atau lokasi bersejarah, tetapi benar-benar menjadi destinasi yang hidup, menarik, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Kota Samarinda berharap seluruh proses perencanaan dapat berlanjut pada tahap implementasi sehingga Tebing Gunung Lonceng berkembang menjadi salah satu ikon wisata Kota Samarinda yang menggabungkan potensi alam, sejarah, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Puluhan Penerima MBG di Sebulu Alami Gejala Diduga Keracunan, Pemkab Kukar Lakukan Investigasi

3 Agustus 2026 - 19:00 WITA

e51

DPRD Samarinda Dukung Penataan Pasar, Ahmad Vananzha Minta Hak Pedagang Tetap Dilindungi

3 Agustus 2026 - 18:00 WITA

e46

DPRD Nilai Pelayanan Publik di Samarinda Semakin Membaik, Digitalisasi Permudah Warga

3 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e45

DPRD Samarinda Dorong Pemenuhan Guru dan Tenaga Kesehatan, Pendidikan serta Layanan Medis Jadi Prioritas

3 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e44

DPRD Samarinda: Digitalisasi Pelayanan Publik Harus Tetap Ramah bagi Masyarakat yang Belum Melek Teknologi

3 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e43

Bupati Aulia Ajak Warga Kukar Kibarkan Merah Putih Serentak, Target Seluruh Wilayah Terpasang Sebelum 7 Agustus

3 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e41
Trending di BERITA DAERAH