Menu

Mode Gelap
Dispar Kaltim Tekankan Pariwisata Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat Realisasi Keuangan BPKAD Samarinda Capai 44 Persen, Percepatan Sertifikasi 1.700 Aset Jadi Prioritas Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Ancam Pangkas Anggaran yang Tak Punya Target Jelas Abdul Rohim: TPST dan Insinerator Jadi Langkah Maju, Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Komandan Lanal Baru

BERITA DAERAH · 30 Jun 2026 21:00 WITA ·

Dispar Kaltim Tekankan Pariwisata Harus Berdampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat


 Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang-Bincang Pariwisata di Hotel Grand Verona Samarinda, Selasa (30/6/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang-Bincang Pariwisata di Hotel Grand Verona Samarinda, Selasa (30/6/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, setiap program yang dijalankan harus mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, mulai dari pelaku usaha pariwisata, UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang-Bincang Pariwisata bertema “Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha dan Mitra dalam Mewujudkan Tantangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” yang berlangsung di Hotel Grand Verona Samarinda, Selasa (30/6/2026).

Ririn menjelaskan, indikator jumlah wisatawan memang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pembangunan pariwisata secara nasional. Namun, menurutnya, ukuran tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya acuan karena tujuan utama pembangunan pariwisata adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang kami bangun bukan hanya destinasi, tetapi juga manusianya. Program kami langsung menyentuh masyarakat, pelaku pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia mengatakan hampir seluruh program Dispar Kaltim difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), pendampingan desa wisata, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), hingga promosi produk dan destinasi wisata.

Menurut Ririn, meskipun anggaran Dispar Kaltim beberapa kali mengalami efisiensi, pihaknya tetap mempertahankan program-program pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Kami tidak ingin anggaran habis untuk kegiatan seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki kemampuan, kompetensi, dan daya saing sehingga manfaat pariwisata benar-benar dirasakan,” katanya.

Selain peningkatan kualitas SDM, Dispar Kaltim juga terus memperluas promosi melalui forum business to business (B2B) yang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan agen perjalanan dari luar negeri. Berbagai produk wisata Kalimantan Timur juga terus dipromosikan pada ajang nasional maupun internasional guna memperluas pasar dan menarik lebih banyak wisatawan.

Di sisi lain, pembinaan desa wisata terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PLN, BUMN, hingga perusahaan swasta.

“Kami terus mendampingi desa wisata agar naik kelas. Tidak hanya membangun destinasi, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi wisatanya,” jelas Ririn.

Dalam forum yang sama, General Manager Grand Verona Hotel Samarinda, Hendri Kurniawan, menilai sektor pariwisata memiliki efek berganda (multiplier effect) yang sangat besar terhadap perekonomian daerah.

Menurutnya, geliat industri perhotelan secara langsung turut menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari petani, peternak, pemasok bahan pangan, percetakan, hingga pelaku UMKM.

“Kalau hotel bergerak, otomatis banyak sektor usaha ikut bergerak. Pariwisata harus dipandang sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PUTRI Kaltim, Dian Rosita, menilai tantangan terbesar pengembangan pariwisata di Kalimantan Timur justru terletak pada kualitas sumber daya manusia.

Berdasarkan pengalamannya mendampingi berbagai desa wisata, ia menilai peningkatan kapasitas pengelola destinasi, legalitas usaha, standar pelayanan, hingga kemampuan manajemen menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah destinasi.

“Potensi alam Kaltim sangat luar biasa. Namun, tanpa SDM yang siap mengelolanya, destinasi akan sulit berkembang,” katanya.

Hal senada disampaikan Fashion Designer Anas Maghfur yang mendorong pelaku ekonomi kreatif terus berinovasi dengan memperkuat identitas produk, memanfaatkan media sosial, aktif dalam komunitas, serta rutin mengikuti pameran dan fashion show.

Menurutnya, promosi yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar produk kreatif asal Kalimantan Timur mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Melalui forum diskusi tersebut, Dispar Kaltim berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan berbagai mitra strategis semakin kuat. Kolaborasi itu diharapkan mampu mendorong pembangunan sektor pariwisata yang tidak hanya meningkatkan angka kunjungan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di seluruh Kalimantan Timur.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Realisasi Keuangan BPKAD Samarinda Capai 44 Persen, Percepatan Sertifikasi 1.700 Aset Jadi Prioritas

30 Juni 2026 - 20:00 WITA

a171

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Ancam Pangkas Anggaran yang Tak Punya Target Jelas

30 Juni 2026 - 19:00 WITA

a170

Abdul Rohim: TPST dan Insinerator Jadi Langkah Maju, Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga

30 Juni 2026 - 18:00 WITA

a169

Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Komandan Lanal Baru

30 Juni 2026 - 17:00 WITA

a161

KKT Bangun Koridor Hijau 800 Meter di Terminal Kariangau, Tanam 200 Bibit Pucuk Merah

30 Juni 2026 - 15:00 WITA

a159

Komisi II DPRD Samarinda Tunda Hearing Perumda Varia Niaga, Pembahasan Keuangan hingga Dana Hibah Menunggu Dirut

30 Juni 2026 - 14:00 WITA

a158
Trending di BERITA DAERAH