KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang menghanguskan 230 kios di Pasar Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan. Salah satu langkah yang segera dilakukan adalah menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) agar para pedagang dapat kembali berjualan sambil menunggu penataan dan revitalisasi pasar.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar dan Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali.
Rahmad mengatakan, pemerintah tidak akan membiarkan para pedagang kehilangan mata pencaharian terlalu lama. Sebelum TPS dibangun, Pemkot akan memprioritaskan pembersihan area bekas kebakaran agar proses penataan dapat segera dimulai.
“Pedagang kami minta bersabar. Pemerintah akan menyiapkan TPS agar mereka bisa kembali berjualan,” ujar Rahmad.
Ia menjelaskan, proses pembersihan lokasi memerlukan koordinasi dengan para pedagang agar alat berat dan kendaraan pengangkut material dapat masuk tanpa hambatan.
Selain penanganan darurat, Pemkot juga menyiapkan rencana revitalisasi Pasar Sepinggan yang telah berdiri sejak era 1970-an. Penataan tersebut tidak hanya memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan, termasuk penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di pasar tradisional dan fasilitas publik.
“Ke depan seluruh pasar dan fasilitas publik harus memiliki APAR sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.
Saat ini, lokasi TPS masih dalam tahap kajian agar tidak mengganggu aktivitas pasar maupun akses kendaraan. Sementara itu, pemerintah juga melakukan pendataan pedagang terdampak, menghitung tingkat kerusakan, serta menyusun rencana revitalisasi bersama perangkat daerah terkait.
Adapun penyebab pasti kebakaran yang terjadi pada Jumat (31/7/2026) masih menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















