Menu

Mode Gelap
Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

BERITA DAERAH · 27 Agu 2026 12:00 WITA ·

Kualitas Udara Balikpapan Masih Sedang, DLH Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla


 Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan kualitas udara Balikpapan berdasarkan hasil pemantauan masih berada pada kategori sedang dan aman bagi kesehatan masyarakat. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan kualitas udara Balikpapan berdasarkan hasil pemantauan masih berada pada kategori sedang dan aman bagi kesehatan masyarakat. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kualitas udara di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, masih berada pada kategori sedang di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, kondisi kualitas udara di wilayah Balikpapan masih berada dalam batas yang dapat diterima bagi kesehatan masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat belum perlu menggunakan masker secara khusus ketika beraktivitas di luar ruangan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.

“Kualitas udara masih kategori sedang dan masih dapat diterima untuk kesehatan,” ujar Sudirman, Kamis (27/8/2026).

Menurut Sudirman, potensi penurunan kualitas udara tetap harus diantisipasi apabila terjadi kebakaran lahan di sekitar Balikpapan. Asap dari kebakaran dapat terbawa angin dan berpotensi memengaruhi kualitas udara di kawasan perkotaan.

Agustus menjadi salah satu periode yang mendapat perhatian karena kondisi cuaca yang cenderung lebih kering. Kondisi tersebut dapat membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar, terlebih apabila disertai angin yang cukup kuat.

Karena itu, DLH Balikpapan menilai pencegahan harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu hingga kebakaran terjadi. Salah satu langkah penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pemerintah Kota Balikpapan telah menerbitkan surat edaran wali kota yang berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Pemerintah sudah mengeluarkan edaran agar masyarakat tidak membakar lahan,” kata Sudirman.

Imbauan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menekan potensi terjadinya karhutla sekaligus menjaga kualitas udara di Kota Balikpapan. Informasi mengenai larangan dan imbauan tersebut juga disampaikan melalui kanal media sosial resmi Pemkot Balikpapan agar dapat diketahui masyarakat secara luas.

Sudirman mengatakan pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama karena sejumlah wilayah di Balikpapan memiliki potensi bahaya karhutla. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah munculnya titik api, khususnya selama kondisi cuaca kering.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan juga menunjukkan bahwa kebakaran lahan masih berpotensi terjadi di wilayah kota. Pada Juni 2026, tercatat satu kejadian kebakaran lahan yang menghanguskan sekitar 150 meter persegi semak dan belukar.

Sudirman mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap aktivitas pembakaran lahan sebagai tindakan sepele. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lahan kering dan angin cukup kencang.

“Jangan membakar lahan. Api bisa cepat meluas saat kondisi kering,” tegasnya.

Selain tidak membakar lahan, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan rerumputan kering. Warga juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin oleh petugas.

Menurut Sudirman, menjaga kualitas udara dan mencegah karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah munculnya sumber api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

Dengan kondisi kualitas udara Balikpapan yang masih berada pada kategori sedang, pemerintah berharap masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan potensi karhutla. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak asap kebakaran.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

8 September 2026 - 12:30 WITA

i31

Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan

7 September 2026 - 23:00 WITA

i30

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen

7 September 2026 - 22:00 WITA

i29

Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan

7 September 2026 - 21:00 WITA

i28

Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

7 September 2026 - 20:00 WITA

i27

Komisi II DPRD Samarinda Apresiasi Komunikasi Pemkot Dan Pedagang Pasar Pagi

7 September 2026 - 19:04 WITA

i26
Trending di BERITA DAERAH