Menu

Mode Gelap
Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

BERITA DAERAH · 2 Sep 2026 14:00 WITA ·

Maulid Akbar di Balikpapan, Rahmad Mas’ud Ajak Warga Cegah Karhutla dan Hidup Sederhana


 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan mencegah karhutla di tengah kondisi kemarau. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Maulid Akbar 2026 BIC 1448 H di Balikpapan, Rabu (2/9/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan mencegah karhutla di tengah kondisi kemarau. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Maulid Akbar 2026 BIC 1448 H di Balikpapan, Rabu (2/9/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Pesan tersebut disampaikan Rahmad Mas’ud saat menghadiri Maulid Akbar 2026 BIC 1448 H di Balikpapan, Rabu (2/8/2026). Menurutnya, kondisi cuaca yang kering membuat potensi kebakaran semakin besar sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Rahmad secara khusus mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan pembakaran saat membuka lahan. Menurutnya, pembukaan lahan untuk kebutuhan pertanian dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman tanpa menggunakan api.

“Jangan membuang sampah sembarangan. Membuka lahan juga jangan dengan cara membakar,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, upaya mencegah karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan. Peran masyarakat sangat diperlukan, terutama dengan menghindari kegiatan yang berpotensi menjadi sumber api dan segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran.

Rahmad juga berharap kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi turut menumbuhkan kepedulian sosial dan lingkungan. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau.

“Mudah-mudahan hujan segera turun di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Maulid Akbar tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Pj Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Ustaz Das’ad Latif yang menjadi penceramah.

Das’ad Latif Ingatkan Bahaya Gaya Hidup Berlebihan

Dalam kesempatan yang sama, Ustaz Das’ad Latif menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjalani kehidupan secara sederhana, termasuk dalam mengatur kondisi keuangan keluarga.

Ia menilai, persoalan ekonomi yang dihadapi sebagian masyarakat tidak selalu disebabkan oleh kecilnya pendapatan. Menurutnya, gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan justru dapat mendorong seseorang mengambil utang dan menambah beban kehidupan.

“Banyak yang berutang karena gaya hidup berlebihan,” ujar Das’ad.

Das’ad menjelaskan, keinginan untuk mengikuti gaya hidup orang lain sering membuat seseorang memaksakan diri membeli barang atau menggunakan fasilitas yang sebenarnya belum mampu dibayar. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu pengelolaan keuangan rumah tangga.

Ia mengajak jamaah membedakan kebutuhan dan keinginan serta menyesuaikan pengeluaran dengan kemampuan pendapatan masing-masing.

“Jangan menginginkan sesuatu yang belum mampu kita beli,” tegasnya.

Menurut Das’ad, kehidupan sederhana bukan berarti tidak boleh memiliki keinginan untuk berkembang. Namun, setiap keinginan harus disesuaikan dengan kemampuan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Maulid Akbar 2026 BIC 1448 H pun menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat. Selain menjaga hubungan antarsesama, warga diajak menjaga lingkungan, mencegah karhutla, serta membangun pola kehidupan yang lebih bijak dan sesuai kemampuan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

8 September 2026 - 12:30 WITA

i31

Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan

7 September 2026 - 23:00 WITA

i30

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen

7 September 2026 - 22:00 WITA

i29

Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan

7 September 2026 - 21:00 WITA

i28

Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

7 September 2026 - 20:00 WITA

i27

Komisi II DPRD Samarinda Apresiasi Komunikasi Pemkot Dan Pedagang Pasar Pagi

7 September 2026 - 19:04 WITA

i26
Trending di BERITA DAERAH