KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama United States Trade and Development Agency (USTDA) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan konsep kota cerdas atau smart city di Nusantara. Kolaborasi tersebut dibahas melalui Nusantara Smart City Stakeholders Forum yang digelar di Swissôtel Nusantara, Selasa (1/9/2026).
Forum ini menjadi ruang bagi pemerintah, akademisi, organisasi independen, serta pelaku industri teknologi untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan sekaligus membahas peluang kerja sama dalam penerapan teknologi dan tata kelola berbasis data.
Sejumlah pemerintah daerah turut berbagi pengalaman dalam mengembangkan smart city, di antaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kota Surabaya. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran dalam melihat penerapan teknologi pada kota-kota berukuran menengah di Indonesia.
Selain pertukaran pengalaman, forum juga membuka peluang kerja sama antara Nusantara dan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. USTDA menghadirkan sejumlah perusahaan mitra, seperti Honeywell, Cisco, IBM, dan Google, yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan solusi smart city.
Para mitra tersebut juga memberikan pelatihan teknis kepada peserta. Materinya meliputi data science, tata kelola data strategis berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk kota cerdas, serta smart building. Pelatihan ini diharapkan meningkatkan kapasitas teknis dan pemahaman peserta dalam memanfaatkan teknologi secara tepat.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa konsep kota cerdas tidak hanya diukur dari banyaknya teknologi yang digunakan, tetapi dari manfaatnya bagi masyarakat.
“Smart city harus berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Agung.
Menurutnya, masyarakat harus menjadi pusat transformasi digital di Nusantara. Teknologi diharapkan mampu menciptakan layanan publik yang lebih efektif, efisien, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Sementara itu, Counselor for Commercial Affairs, U.S. Embassy Jakarta, Andrew Billard, mengatakan Amerika Serikat siap mendukung pembangunan Nusantara melalui kerja sama dengan perusahaan dan investor asal negaranya.
“Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang,” kata Andrew.
Ia menyebut kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus mengembangkan talenta lokal melalui berbagai peluang kolaborasi di bidang teknologi.
Forum turut dihadiri perwakilan USTDA Indo-Pasific Region, Institut Teknologi Kalimantan, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pilot project command center dan program bantuan teknis Nusantara Smart City. Pertemuan ini diharapkan memperkuat sinergi dalam pemanfaatan AI dan data untuk mewujudkan Nusantara sebagai kota cerdas yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara @2026













