KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ribuan masyarakat dari berbagai elemen di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memadati Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi. Mereka mengikuti salat istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar meminta hujan setelah kemarau panjang melanda sejumlah wilayah.
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat umum, aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, hingga pelajar. Selain umat Muslim yang melaksanakan salat istisqa, umat beragama lainnya juga turut berdoa dengan harapan hujan segera turun di wilayah Kukar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
“Semoga hujan segera turun di seluruh wilayah Kukar,” kata Aulia.
Kemarau panjang telah menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari kekeringan, kesulitan mendapatkan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut juga berdampak terhadap sektor pertanian karena pasokan air ke sawah masyarakat berkurang.
Sementara itu, Ketua MUI Kukar KH Abdul Hanan mengajak masyarakat tidak hanya berdoa, tetapi juga menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Jangan sampai ada yang membakar sembarangan,” ujarnya.
Menurutnya, doa untuk keselamatan dan turunnya hujan harus terus dilakukan dalam berbagai kesempatan, termasuk melalui salat tahajud dan doa sehari-hari.
Di tengah kondisi kemarau, Pemkab Kukar juga terus memantau kualitas udara dan potensi karhutla. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kukar berada pada kisaran 100 hingga 150 dan masih relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur.
Pemantauan dilakukan melalui sejumlah alat yang terintegrasi dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), antara lain di Muara Jawa, Senipah, Samboja, dan Wonotirto. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk mitigasi karhutla, titik api yang sebelumnya terdeteksi di Samboja dan Muara Jawa telah ditangani. Namun, pemantauan tetap dilakukan karena Kukar berpotensi terdampak asap dari wilayah lain.
Terkait water bombing, Pemkab Kukar menyatakan kewenangan tersebut berada pada pihak terkait. Pemerintah daerah terus melaporkan kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal.
Melalui salat istisqa dan doa bersama ini, masyarakat Kukar berharap kemarau segera berakhir, hujan turun secara merata, serta kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026

















