Menu ✖

Mode Gelap
Meteran Air Hilang Tak Otomatis Gratis, PTMB Minta Pelanggan Ikuti Prosedur Pemkot Balikpapan Dorong PKBM Buka Kembali Akses Pendidikan Warga Putus Sekolah Dinsos Balikpapan Minta Warga Tak Berkecil Hati Jika Belum Layak Terima Bansos Pemkot Balikpapan Tunggu Rp413 Miliar Dana Kurang Salur dari Pemerintah Pusat Disdamkarmatan Kukar Dorong Perluasan Hidran Kering untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran

BERITA DAERAH · 6 Okt 2026 19:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Dorong PKBM Buka Kembali Akses Pendidikan Warga Putus Sekolah


 Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan PKBM menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan melalui program kesetaraan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan PKBM menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan melalui program kesetaraan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai salah satu upaya membuka kembali akses pendidikan bagi warga yang belum menuntaskan pendidikan formal.

Program pendidikan nonformal tersebut dinilai memiliki peran penting, tidak hanya bagi anak-anak yang terpaksa berhenti sekolah, tetapi juga masyarakat dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM., mengatakan PKBM memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali memperoleh pendidikan melalui program kesetaraan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing peserta.

Menurutnya, keberadaan PKBM menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Balikpapan.

“Pemkot sangat mengapresiasi program ini, termasuk kolaborasi CSR PLN Nusantara Power dan Yayasan Sinergi Nusantara,” kata Bagus, Selasa (6/10/2026).

Ia menjelaskan, pengelola PKBM terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap warga yang sudah tidak mengikuti pendidikan formal. Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk mengarahkan peserta mengikuti program pendidikan sesuai usia, latar belakang, dan kebutuhan masing-masing.

Selain memperoleh pendidikan yang setara dengan jenjang SD, SMP, maupun SMA, para peserta juga mendapatkan pembekalan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan.

Bagus menilai pendekatan tersebut membuat pendidikan nonformal tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga membangun kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini paket lengkap, ada akademik, keterampilan, karakter, hingga kewirausahaan,” ujarnya.

Menurut Bagus, persoalan warga yang putus sekolah tidak cukup diselesaikan hanya dengan memberikan kesempatan memperoleh ijazah kesetaraan. Peserta juga perlu dibekali kemampuan untuk memasuki dunia kerja, berwirausaha, maupun meningkatkan taraf kehidupan keluarganya.

Karena itu, Pemkot Balikpapan mengapresiasi kolaborasi antara PLN Nusantara Power melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dengan Yayasan Sinergi Nusantara dalam mendukung pendidikan masyarakat.

Pemkot juga membuka peluang agar model kolaborasi tersebut dapat dikembangkan lebih luas dengan melibatkan perusahaan, lembaga sosial, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Perusahaan Didorong Ikut Berkontribusi

Pemerintah daerah berharap perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha dan memperoleh manfaat ekonomi dari Balikpapan maupun Kalimantan Timur dapat turut mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat.

Dukungan dunia usaha, kata Bagus, tidak harus terbatas pada penyediaan sarana pendidikan, tetapi dapat diarahkan pada program pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap perusahaan yang beraktivitas di Balikpapan dan Kaltim turut mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat melalui bantuan dan pemberdayaan,” katanya.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dapat memperluas jangkauan pendidikan nonformal sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan akses terhadap pendidikan formal.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, PKBM diharapkan tidak sekadar menjadi tempat untuk memperoleh ijazah kesetaraan. Lebih dari itu, PKBM dapat menjadi ruang bagi warga untuk membangun kembali kepercayaan diri, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja atau membuka usaha.

Bagi Pemkot Balikpapan, penguatan pendidikan kesetaraan merupakan bagian dari upaya memastikan setiap warga tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan, termasuk mereka yang pernah terhenti di tengah perjalanan pendidikan formal.

Melalui program tersebut, pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi jalan untuk menyelesaikan jenjang akademik, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan menata kembali masa depan dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Meteran Air Hilang Tak Otomatis Gratis, PTMB Minta Pelanggan Ikuti Prosedur

6 Oktober 2026 - 20:00 WITA

m16

Dinsos Balikpapan Minta Warga Tak Berkecil Hati Jika Belum Layak Terima Bansos

6 Oktober 2026 - 18:00 WITA

m14

Pemkot Balikpapan Tunggu Rp413 Miliar Dana Kurang Salur dari Pemerintah Pusat

6 Oktober 2026 - 17:00 WITA

m13

Disdamkarmatan Kukar Dorong Perluasan Hidran Kering untuk Perkuat Mitigasi Kebakaran

6 Oktober 2026 - 16:00 WITA

m12

Pemkab Kukar Profiling 400 ASN, Petakan Kompetensi dan Siapkan Talenta untuk Jabatan Strategis

6 Oktober 2026 - 15:00 WITA

m11

Pemkab Kukar Pastikan Penanganan Warga Terdampak Kebakaran di Tenggarong

6 Oktober 2026 - 14:00 WITA

m10
Trending di BERITA DAERAH