KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan pembenahan terhadap pengelolaan Pasar Tangga Arung di Tenggarong. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat, menata pemanfaatan lapak pedagang, serta memperluas jangkauan pemasaran produk melalui platform digital Kukar Go.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pembenahan Pasar Tangga Arung menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah agar pasar tradisional tersebut semakin ramai dan mampu bersaing dengan pusat perdagangan lainnya. Langkah itu dilakukan melalui diskusi dan koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dinas terkait yang menangani pengelolaan pasar.
“Kami terus membenahi Pasar Tangga Arung dan berdiskusi dengan kepala dinas terkait untuk mencari cara meningkatkan kunjungan masyarakat,” ujar Aulia, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, peningkatan daya tarik pasar perlu dibarengi dengan pengelolaan fasilitas yang tertib dan optimal. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah pemanfaatan lapak pedagang agar dapat digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan tempat berjualan.
Aulia menegaskan, pedagang yang tidak lagi ingin menggunakan lapaknya diminta mengembalikan fasilitas tersebut kepada pemerintah daerah. Dengan demikian, lapak yang tersedia dapat ditata kembali dan dialokasikan kepada pedagang lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan agar lapak yang merupakan fasilitas pasar tidak diperjualbelikan atau dialihkan kepada pihak lain melalui transaksi antarpedagang tanpa melalui mekanisme pemerintah daerah.
“Jika tidak lagi digunakan, lapak harus dikembalikan kepada Pemkab Kukar agar bisa diberikan kepada pedagang lain yang membutuhkan, bukan diperjualbelikan,” tegasnya.
Selain persoalan pengelolaan lapak, Pemkab Kukar turut menyoroti persaingan usaha yang dihadapi pedagang Pasar Tangga Arung. Produk fashion dan kebutuhan pokok, misalnya, kini juga banyak tersedia di berbagai pusat perdagangan sehingga pedagang pasar tradisional perlu mencari cara untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan penjualan.
Menurut Aulia, salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah memperkuat kemampuan pedagang dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk kegiatan pemasaran. Dengan pemasaran digital, pedagang diharapkan tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke pasar, tetapi juga dapat menjangkau konsumen dari wilayah lain.
Dalam upaya tersebut, platform Kukar Go didorong menjadi salah satu sarana pemasaran digital bagi pedagang Pasar Tangga Arung. Melalui platform ini, produk yang dijual di lapak diharapkan dapat dipromosikan secara lebih luas sehingga membuka peluang peningkatan penjualan.
“Harapan kami, pedagang Pasar Tangga Arung bisa bergabung dengan Kukar Go agar produk mereka dapat dipasarkan ke berbagai wilayah di Kukar,” jelas Aulia.
Pemkab Kukar berharap pembenahan pengelolaan pasar yang disertai pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan daya saing Pasar Tangga Arung sebagai pusat perdagangan di Tenggarong. Upaya ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi pedagang lokal melalui perluasan akses pemasaran dan peluang menjangkau lebih banyak konsumen.
Ke depan, penataan lapak dan pengembangan pemasaran digital diharapkan berjalan beriringan. Dengan pengelolaan yang lebih tertib serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pola belanja masyarakat, Pasar Tangga Arung diharapkan tetap menjadi pilihan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















