KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap instalasi dan infrastruktur kelistrikan sebagai upaya mencegah kebakaran berulang di kawasan permukiman. Langkah tersebut dinilai penting menyusul kembali terjadinya kebakaran di wilayah Tenggarong yang menimbulkan keprihatinan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Ahmad Yani saat mendatangi lokasi kebakaran di Gang Karya, Jalan Kartini, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti pentingnya peningkatan kewaspadaan masyarakat, pemeriksaan instalasi listrik, serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait.
Menurut Ahmad Yani, kejadian kebakaran yang berulang harus menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara serius, tidak hanya melalui imbauan kepada masyarakat, tetapi juga dengan memastikan kondisi instalasi listrik di rumah warga memenuhi standar keselamatan.
“Kita tentu bersedih. Ini duka bersama bagi masyarakat Tenggarong. Kesiapsiagaan dan sosialisasi pencegahan kebakaran harus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini pencegahan kebakaran kerap dikaitkan dengan penggunaan kompor dan gas. Padahal, instalasi listrik yang sudah berusia tua, kabel yang rusak, maupun sambungan yang tidak sesuai standar juga berpotensi menimbulkan bahaya apabila tidak diperiksa secara berkala.
Karena itu, Ahmad Yani meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi jaringan listrik di rumah masing-masing. Pemeriksaan dan perbaikan perlu dilakukan apabila ditemukan kerusakan, terutama pada kabel, sambungan, serta komponen instalasi yang berisiko memicu korsleting.
Ia juga menyatakan DPRD Kukar akan berupaya mendorong langkah konkret untuk membantu mengatasi persoalan instalasi dan fasilitas kelistrikan masyarakat melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT PLN.
“Kami di DPRD akan mencari langkah bersama PLN untuk mengevaluasi instalasi dan fasilitas kelistrikan, agar risiko kebakaran akibat korsleting bisa ditekan,” jelasnya.
Selain persoalan keselamatan instalasi, Ahmad Yani turut menyoroti keluhan masyarakat mengenai gangguan pasokan listrik, termasuk pemadaman bergilir yang disebut berdampak pada kerusakan sejumlah peralatan elektronik milik warga.
Menurutnya, keluhan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut agar penyebab gangguan dapat diketahui secara jelas. Evaluasi juga perlu mencakup kondisi jaringan dan fasilitas pendukung kelistrikan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik sekaligus memenuhi aspek keselamatan.
Ia menegaskan, DPRD Kukar akan mendorong penelusuran dan koordinasi dengan PLN guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai persoalan kelistrikan yang dikeluhkan masyarakat. Dengan demikian, langkah perbaikan dapat diarahkan sesuai penyebab dan kebutuhan di lapangan.
“Insyaallah, DPRD akan berkoordinasi dengan PLN dan menelusuri persoalan ini agar dapat dievaluasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Di samping upaya pencegahan, Ahmad Yani menekankan pentingnya perhatian terhadap warga yang terdampak kebakaran. Menurutnya, pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu memastikan kebutuhan mendesak korban dapat ditangani, sekaligus membantu mereka memulihkan kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.
Ia mengatakan, kemungkinan penyediaan rumah pengganti bagi korban juga perlu dipertimbangkan sesuai kondisi dan kebutuhan warga terdampak. Upaya tersebut memerlukan koordinasi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan dapat mendukung pemulihan masyarakat.
“Warga terdampak harus dibantu untuk memulihkan kondisi mereka. Jika diperlukan, kita upayakan bersama penyediaan rumah pengganti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Yani berharap peristiwa kebakaran tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, DPRD, PLN, dan masyarakat. Evaluasi perlu mencakup peningkatan sosialisasi keselamatan listrik, pemeriksaan instalasi rumah, kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan beriringan dengan kesiapan penanganan darurat dan pemulihan korban. Dengan koordinasi yang lebih kuat serta langkah pencegahan yang berkelanjutan, risiko kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat di Kutai Kartanegara diharapkan dapat diminimalkan.
ADV DPRD Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2026

















