KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyebut kebakaran yang terjadi belakangan ini belum menunjukkan dampak signifikan terhadap harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit maupun produksi perkebunan di wilayah tersebut. Di sisi lain, harga TBS saat ini kembali menunjukkan tren penguatan setelah sempat mengalami penurunan.
Kepala Disbun Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan harga TBS kelapa sawit telah kembali mendekati level yang sebelumnya pernah dicapai, yakni sekitar Rp2.700 per kilogram. Perkembangan tersebut menjadi kabar positif bagi petani sawit, terutama dalam menjaga pendapatan di tengah dinamika pasar komoditas perkebunan.
“Kalau harga TBS sekarang sudah kembali naik, bahkan berada di kisaran Rp2.700 per kilogram,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026).
Taufik menjelaskan, pergerakan harga TBS sebelumnya sempat mengalami penurunan cukup tajam pada April tahun lalu. Namun, kondisi tersebut berangsur membaik seiring perubahan situasi pasar dan respons pelaku usaha terhadap sejumlah kebijakan pemerintah terkait ekspor.
Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kebijakan ekspor sempat memengaruhi pergerakan harga di pasar. Meski demikian, harga kemudian kembali bergerak positif hingga mendekati level sebelumnya.
Ia menambahkan, perkembangan harga TBS di Kukar juga dipengaruhi mekanisme penetapan harga di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, khususnya bagi perusahaan perkebunan yang menjalin kemitraan dengan petani plasma.
Sebagian besar perusahaan yang bermitra dengan petani di Kukar mengacu pada penetapan harga TBS yang diberlakukan pemerintah provinsi. Mekanisme tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian harga sekaligus menjaga stabilitas pendapatan petani yang memasok hasil panen melalui perusahaan mitra.
“Untuk petani kemitraan, harga relatif stabil karena mengikuti standar penetapan. Harganya tidak anjlok seperti yang sempat terjadi di luar kemitraan,” jelasnya.
Terkait kebakaran dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Taufik menegaskan bahwa berdasarkan pemantauan Disbun Kukar, kejadian tersebut belum memperlihatkan pengaruh berarti terhadap harga TBS maupun produksi kelapa sawit di daerah itu.
Meski demikian, perkembangan kondisi perkebunan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemantauan diperlukan untuk memastikan aktivitas perkebunan berjalan dengan baik serta mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap tanaman dan proses produksi apabila kebakaran meluas ke kawasan perkebunan.
Disbun Kukar juga terus mencermati perkembangan harga TBS, terutama pada perkebunan yang menerapkan pola kemitraan dengan petani plasma. Pengawasan terhadap pelaksanaan mekanisme penetapan harga diharapkan dapat membantu menjaga kepastian harga jual hasil panen petani.
Dengan harga TBS yang kembali menguat dan kondisi produksi yang sejauh ini tidak terdampak signifikan oleh kebakaran, sektor perkebunan kelapa sawit di Kukar diharapkan tetap berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Stabilitas harga dan keberlanjutan produksi menjadi faktor penting untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perkebunan di Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















