Menu

Mode Gelap
Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1 Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

BERITA DAERAH · 11 Jun 2025 16:15 WITA ·

Pemkab PPU Gandeng Investor Korea Selatan, Kantongi Rp 300 Miliar untuk Sektor Pertanian


 Pemkab PPU Gandeng Investor Korea Selatan, Kantongi Rp 300 Miliar untuk Sektor Pertanian Perbesar

KUMALANEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dengan investor asal Korea Selatan, yakni PT Informasi Geo Sistem (IGS), dengan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar untuk pengembangan sektor pertanian.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, dan Vice President PT IGS, Jason Byun, di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

“Ini adalah langkah awal yang sangat positif. Kami berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan, tidak hanya untuk PPU tetapi juga Kalimantan Timur,” ujar Mudyat Noor.

Ia menjelaskan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program hibah Pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan, yang dikoordinasikan melalui Kementerian Pertanian RI.

Bupati PPU berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke sektor lain seperti pengembangan pariwisata, infrastruktur pengairan pedesaan, hingga dukungan teknologi pertanian berbasis digital.

Sementara itu, Plh. Kepala Bappelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan, menjelaskan bahwa PT IGS merupakan mitra strategis yang telah menerima dana hibah dari Pemerintah Korea Selatan untuk merealisasikan program kerja sama internasional di bidang pertanian.

“Rencana investasi ini ditargetkan mulai berjalan paling lambat akhir tahun 2026, dan akan berlangsung selama tiga tahun hingga 2029,” ungkap Ade.

Pemkab PPU menyambut baik kehadiran investor asing sebagai bentuk transfer pengetahuan, teknologi, dan dukungan finansial dalam memodernisasi sektor pertanian daerah.

“Kami berharap, melalui kolaborasi ini, PPU tidak hanya menjadi lumbung pangan Kalimantan Timur, tetapi juga pionir pertanian modern berbasis kemitraan internasional,” tutup Mudyat. (ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak

1 September 2026 - 11:30 WITA

h48

Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1

1 September 2026 - 11:00 WITA

h47

Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap

1 September 2026 - 09:30 WITA

h46

Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto

31 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h45

PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

31 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h44

Kerja Sama PT WATS dan Perumdam Tirta Kencana Buntu, DPRD Samarinda Sorot Nasib 44 Karyawan

31 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h43
Trending di BERITA DAERAH