Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

SENI BUDAYA · 19 Agu 2025 17:15 WITA ·

Lanjong Art Festival 2025 Hadir Lagi, Usung Tema “Habis Barat Terbitlah Timur”


 Tim Lanjong Art Festival 2025 menggelar bincang sore dan temu media di Kong Djie Cafe, Tenggarong, Selasa (19/8/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Tim Lanjong Art Festival 2025 menggelar bincang sore dan temu media di Kong Djie Cafe, Tenggarong, Selasa (19/8/2025). (Indirwan/Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setelah vakum sejak 2017, Lanjong Art Festival kembali hadir dengan persiapan lebih matang. Festival seni berskala internasional ini akan digelar pada 22–27 Agustus 2025 di Ladaya, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), mengusung tema “Habis Barat Terbitlah Timur.”

Direktur Lanjong Art Festival, Mimi Nuryanti, dalam acara Bincang Sore dan Temu Media di Kong Djie Cafe, Tenggarong, Selasa (19/8/2025), menyebut kembalinya festival ini sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat seni terhadap ruang pertemuan yang berkualitas.

“Sejak 2017 festival ini terhenti, dan tahun 2025 menjadi momentum spesial. Lanjong Art Festival bukan sekadar hiburan, melainkan ruang ekosistem seni dan kebudayaan dengan nilai yang lebih dalam,” ujar Mimi.

Tahun ini, festival menghadirkan tiga program utama. Pertama, kompetisi teater nasional yang dikurasi oleh tiga tokoh besar yakni, ABS Marandana, Iswadi Pratama, dan Prof. Yudiaryani, satu-satunya profesor teater perempuan di Indonesia. Dari kurasi tersebut, terpilih 11 kelompok teater dari berbagai daerah yang akan tampil di Ladaya.

Kedua, workshop lintas pengetahuan yang mempertemukan maestro seni dengan generasi muda teater. Workshop akan berlangsung sepekan penuh untuk memperkaya pengalaman sekaligus memperluas jejaring pelaku seni.

Ketiga, eksibisi seni multidisiplin dengan partisipasi seniman internasional, antara lain Shue (seniman butoh, Singapura), Larissa Umatia (Brasil), serta seniman dari Jepang dan Indonesia, termasuk Kang Panjisakti (Mawang).

“Ini bukan soal popularitas, melainkan membangun distribusi pengetahuan lintas batas,” tegas Mimi.

Selain itu, festival juga menyiapkan karya kolaboratif yang akan dipentaskan pada 27 Agustus, dipimpin sutradara Kang Yusef Muldiana bersama para seniman multidisiplin. Pertunjukan ini hanya dipentaskan sekali di Ladaya sebagai hadiah khusus untuk Kutai Kartanegara.

Festival turut menghadirkan Sarasehan Kebudayaan serta instalasi seni yang telah dipersiapkan sejak lima bulan lalu. Instalasi ini dirancang untuk merepresentasikan nilai tema besar festival sekaligus memberikan pengalaman artistik berbeda bagi pengunjung.

“Kami berharap masyarakat bisa hadir langsung ke Ladaya, karena atmosfer seni itu hanya bisa dirasakan secara nyata, bukan lewat layar,” ajak Mimi.

Lanjong Art Festival 2025 diharapkan menjadi momentum kebangkitan seni dan kebudayaan di Kalimantan Timur sekaligus mempertegas posisi Kutai Kartanegara di peta kesenian nasional bahkan internasional.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Simfoni Swara Nusantara Hidupkan KIPP IKN, Harmoni Musik dan Budaya Tarik Antusias Pengunjung

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

musik001

Reog Ponorogo Hidupkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Nikmati Ruang Publik Baru di IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

reog1

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner
Trending di BERITA DAERAH