Menu

Mode Gelap
Jaringan Narkoba Muara Kaman Terbongkar, Polisi Sita Setengah Kilogram Sabu dan Buru DPO Pengembangan Kasus Sabu di Muara Kaman, Polisi Ringkus Perantara dan Amankan Barang Bukti Transaksi Sabu di Muara Kaman Terbongkar, 20 Paket Disembunyikan di Atap Rumah Walet Gen Matic x Shopee di IKN Diserbu Peserta, UMKM Didorong Melek Digital dan Naik Kelas IKN Gandeng Unhas, Perkuat SDM dan Riset untuk Bangun Kota Masa Depan

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 17:15 WITA ·

Pembukaan Erau Adat 2025: Disdikbud Kukar Pastikan Unsur Sakral Tetap Dijaga Kesultanan


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama istri Bunda Ratu Sekar Asih, menyaksikan prosesi penyalaan api brong di depan Keraton, usai melaksanakan ritual sakral mendirikan Tiang Ayu sebagai penanda dimulainya Erau, Minggu (21/9/2025). (Foto. Dok: Awal) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama istri Bunda Ratu Sekar Asih, menyaksikan prosesi penyalaan api brong di depan Keraton, usai melaksanakan ritual sakral mendirikan Tiang Ayu sebagai penanda dimulainya Erau, Minggu (21/9/2025). (Foto. Dok: Awal)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor, memberikan penjelasan usai rangkaian pembukaan ceremony Erau Adat Kutai  2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025).

Thauhid menegaskan bahwa prosesi pembukaan yang berlangsung di stadion merupakan ceremonial event, sementara pembukaan sakral Erau sudah dilakukan lebih dahulu pada pagi harinya di Keraton Kesultanan Kutai.

“Alhamdulillah, walaupun sempat agak terlambat dari jadwal, semangat kita tetap terjaga. Apalagi ada tamu dari Ibu Menteri. Saya ingin mengingatkan, pembukaan sakral Erau itu sebenarnya sudah dilakukan pagi-pagi di Keraton, dengan prosesi mendirikan Tiang Ayu dan penyalaan berong. Nah, yang di stadion ini hanya seremoni, bukan bagian dari ritual sakral,” jelas Thauhid.

Ia mengakui jalannya acara di stadion masih perlu evaluasi, terutama soal ketepatan waktu.

“Seharusnya selesai jam 12 siang, tapi tadi agak molor. Ke depan, ini akan jadi bahan evaluasi agar tidak melewati waktu Zuhur. Karena kalau siang terlalu panas, kasihan para tamu dan peserta,” tambahnya.

Menurut Thauhid, pemerintah daerah berperan mendukung pelaksanaan Erau, sementara unsur kesakralan tetap sepenuhnya dijaga oleh pihak Kesultanan Kutai.

“Erau sakral itu dilaksanakan oleh Kesultanan. Pemerintah hanya mendukung dari sisi penyelenggaraan dan fasilitas. Jadi jangan sampai salah paham, seremoni yang kita lakukan ini bukan bagian dari prosesi sakral. Unsur tradisinya tetap utuh dijaga oleh pihak Kesultanan,” tegasnya.

Selain seremoni, pada hari yang sama juga resmi dibuka pameran Erau Expo di sekitar area stadion. Namun, karena keterbatasan waktu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana tidak sempat meninjau seluruh stan dan langsung melanjutkan agenda jamuan makan siang di Pendopo Odah Etam bersama pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut, Thauhid juga menyampaikan agenda masyarakat yang bisa disaksikan selama rangkaian Erau berlangsung.

“Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan langsung ritual adat, bisa datang ke Keraton. Setiap malam hingga malam Senin, ada prosesi ritual yang digelar di sana. Nanti pada 25 September ada acara Beseprah, lalu dilanjutkan Berimbul pada 28 September,” ungkapnya.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa nilai-nilai adat dan kesakralan Erau akan terus terjaga, karena dilaksanakan oleh Kesultanan yang memiliki otoritas penuh atas tradisi tersebut.

“Pemerintah hanya memberi dukungan, sementara sakralnya tetap dipegang Kesultanan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, identitas dan tradisi Erau akan selalu lestari,” pungkas Thauhid.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Simfoni Swara Nusantara Hidupkan KIPP IKN, Harmoni Musik dan Budaya Tarik Antusias Pengunjung

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

musik001

Reog Ponorogo Hidupkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Nikmati Ruang Publik Baru di IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

reog1

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner
Trending di BERITA DAERAH