Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 9 Nov 2025 15:15 WITA ·

Remaong Kutai Menamang Protes Sikap Kontraktor Proyek Jembatan di Kukar


 Jajaran DPC Remaong Kutai Menamang (RKM) Tenggarong berfoto bersama. Perbesar

Jajaran DPC Remaong Kutai Menamang (RKM) Tenggarong berfoto bersama.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Organisasi kemasyarakatan Remaong Kutai Menamang (RKM) mengaku merasa diremehkan oleh pihak kontraktor PT Putra Nanggroe Aceh yang saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan Jembatan Pendamping Jembatan Besi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) RKM Tenggarong, Jordi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan surat resmi kepada kontraktor tiga pekan lalu untuk meminta keterlibatan dalam pekerjaan proyek, termasuk bidang pengamanan, pengawasan, bantuan tenaga (helper), suplai material, hingga pembersihan pasca proyek. Namun, menurutnya, surat tersebut tidak mendapatkan tanggapan yang layak.

“Kami ini putra asli daerah dan organisasi kami terdaftar resmi dalam lembaga hukum. Kami bersurat secara baik-baik kepada pihak kontraktor, namun selama hampir tiga minggu tidak ada jawaban. Bahkan ketika kami mendatangi lokasi dua hari lalu, baru hari ini kami mendapat balasan,” ujar Jordi kepada media ini, Minggu (9/11/2025).

Yang membuat jajaran RKM tersinggung, lanjut Jordi, adalah sikap yang ditunjukkan saat pertemuan berlangsung. Alih-alih mengakomodasi kerja sama atau membuka pembahasan lebih lanjut terkait peluang keterlibatan, pihak kontraktor justru disebut memberikan sejumlah uang dengan maksud sebagai pengganti komunikasi.

“Lima poin yang kami ajukan semuanya ditolak. Padahal kami melihat masih banyak ruang kerja yang bisa kami isi. Namun kami justru diberi uang rokok. Sebagai putra daerah, kami merasa diremehkan. Kami ini bukan meminta belas kasihan apalagi diperlakukan seperti preman. Kami hanya ingin terlibat bekerja di tanah sendiri,” tegas Jordi.

Ia menambahkan bahwa proyek yang dikerjakan kontraktor dari luar daerah semestinya tetap memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi, baik sebagai tenaga maupun pendukung lapangan, terutama demi pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, salah seorang perwakilan pekerja lapangan dari pihak kontraktor yang ditemui RKM menyampaikan permohonan maaf atas situasi tersebut. Ia menyatakan tidak memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan.

“Kami mohon maaf sebelumnya, bang. Tidak ada niat untuk membuat pihak RKM tersinggung. Saya hanya menjalankan arahan dari atasan,” ujarnya singkat, enggan menyebutkan nama.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Putra Nanggroe Aceh belum memberikan keterangan resmi terkait duduk perkara tersebut. RKM menyatakan akan menunggu respons lebih lanjut sebelum mengambil langkah lanjutan.

 

Tim Kumalanews.id
@2025
Artikel ini telah dibaca 593 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH