KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Muhammad Farid Lutfi Mubarak. Remaja berusia 17 tahun asal Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, itu tampak sumringah saat menerima hadiah rumah dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-30.
Bagi Farid, hadiah tersebut bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Lebih dari itu, rumah tersebut menjadi simbol pengakuan atas perjuangan panjang dan ketekunannya dalam menekuni tilawah Al-Qur’an sejak usia dini.
Farid tercatat sebagai salah satu dari sembilan kafilah Kutai Kartanegara yang berhasil meraih juara pertama pada MTQ Nasional ke-30 yang digelar di Kabupaten Kutai Timur. Ia tampil sebagai yang terbaik pada cabang satu juz dan tilawah, sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Jarang sekali ada pemerintah yang memberikan hadiah rumah kepada para juara,” ujar Farid, Senin (29/12/2025).
Capaian tersebut tidak lantas membuat Farid berpuas diri. Ia justru menjadikannya sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan penuh optimisme, Farid menargetkan diri untuk mengikuti cabang yang lebih tinggi pada MTQ mendatang.
“Insyaallah ke depan saya ingin ikut cabang lima juz dan tilawah. Sekarang masih tahap seleksi, mudah-mudahan ada kesempatan,” tuturnya.
Farid juga berharap, perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah terhadap para peserta MTQ dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi Qur’ani.
Dukungan pemerintah daerah tersebut turut diapresiasi Camat Kenohan, Kaspul. Menurutnya, kebijakan Pemkab Kukar memberikan hadiah rumah kepada para juara MTQ merupakan motivasi besar, khususnya bagi generasi muda di wilayahnya.
“Kami memberikan apresiasi yang tinggi. Pemerintah daerah sangat peduli terhadap pengembangan tilawatil Qur’an,” ujar Kaspul.
Ia menegaskan, esensi dari hadiah tersebut bukan semata nilai materi, melainkan dorongan moral agar anak-anak semakin bersemangat dalam belajar dan mencintai Al-Qur’an.
“Harapannya ini menjadi motivasi. Bukan semata karena rumahnya, tetapi karena nilai pembinaan dan semangatnya. Mudah-mudahan anak-anak kita ke depan semakin maju,” tambahnya.
Kaspul juga menyebutkan, Desa Semayang sejak lama dikenal sebagai salah satu basis pembinaan Al-Qur’an di Kecamatan Kenohan. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan pemerintah daerah dinilai sangat berarti bagi keberlanjutan pembinaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih. Pembinaan Al-Qur’an harus terus didorong agar semakin berkembang,” pungkasnya.
Pewarta : M Fikri Khairi Editor : Fairuzzabady @2025

















