Menu

Mode Gelap
Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

BERITA DAERAH · 11 Feb 2026 12:30 WITA ·

Petani Sawit Hilang Saat Berburu di Marang Kayu, Basarnas Perluas Pencarian Hingga 10 Kilometer


 Petani Sawit Hilang Saat Berburu di Marang Kayu, Basarnas Perluas Pencarian Hingga 10 Kilometer Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan terus melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang petani sawit yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan kebun sawit Desa Makarti, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Korban diketahui bernama Steven Riadi (50), warga Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Ia dilaporkan tidak kembali setelah keluar seorang diri dari pondok atau mess untuk berburu hewan liar menggunakan senapan angin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, setelah korban tidak kembali selama beberapa hari, pihak keluarga terlebih dahulu melakukan pencarian secara mandiri. Laporan resmi baru diterima Basarnas pada Minggu, 8 Februari 2026 pukul 06.40 WITA.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas segera mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Samarinda ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Hingga memasuki hari keempat pelaksanaan operasi (H.4), Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian pada Rabu (11/2/2026).

Operasi SAR H.4 diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, kemudian dilanjutkan dengan penyisiran lapangan mulai pukul 07.15 WITA. Pada tahap ini, area pencarian diperluas hingga radius 10 kilometer atau seluas sekitar 138 kilometer persegi dari lokasi kejadian terakhir atau last known position (LKP).

Untuk meningkatkan efektivitas pencarian di medan yang cukup sulit, area tersebut dibagi menjadi dua sektor pencarian. Operasi ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, BPBD Kutai Kartanegara, PMI Muara Badak, Disdamkar Marang Kayu, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaan operasi SAR, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, seperti Rescue Car D-Max milik Basarnas, kendaraan rescue dari BPBD dan PMI, serta peralatan komunikasi, medis, dan jungle rescue. Kendala utama yang dihadapi di lapangan meliputi akses jalan yang sulit dilalui kendaraan, terbatasnya sinyal komunikasi, serta kondisi cuaca hujan ringan.

Meski dihadapkan pada berbagai hambatan, Tim SAR Gabungan tetap berupaya maksimal melanjutkan pencarian. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian juga diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas apabila memperoleh informasi atau menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
©2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern

3 Juni 2026 - 23:00 WITA

bpn04

Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 22:00 WITA

bpn03

Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana

3 Juni 2026 - 21:00 WITA

bpn02

SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran

3 Juni 2026 - 20:00 WITA

bpn01

Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

3 Juni 2026 - 19:00 WITA

kota0003

HKPR Dukung Raperda Reklame, Harap Perizinan Lebih Mudah dan PAD Samarinda Meningkat

3 Juni 2026 - 18:00 WITA

kota0002
Trending di BERITA DAERAH