Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 13 Mar 2026 22:00 WITA ·

Tanjung Rappeh, Permata Sunyi di Danau Semayang yang Memikat Wisatawan


 Sejumlah wisatawan lokal mendirikan tenda dan menikmati kegiatan berkemah sambil merasakan suasana alam yang asri di Tanjung Rappeh. Destinasi yang berada di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi pengunjung untuk menikmati panorama alam danau yang tenang. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT. Perbesar

Sejumlah wisatawan lokal mendirikan tenda dan menikmati kegiatan berkemah sambil merasakan suasana alam yang asri di Tanjung Rappeh. Destinasi yang berada di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi pengunjung untuk menikmati panorama alam danau yang tenang. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Hamparan air yang luas, hembusan angin danau, serta siluet matahari tenggelam yang perlahan menyapu ufuk barat menjadikan Tanjung Rappeh di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, sebagai salah satu sudut alam yang memikat di tepian Danau Semayang.

Tanjung yang menjorok ke danau ini berada tepat berseberangan dengan Tanjung Palla. Bentang alamnya membentuk lanskap unik, seolah dua daratan saling menyapa di tengah luasnya perairan danau.

Dengan hamparan lebar hampir 100 meter dan panjang mendekati 400 meter, Tanjung Rappeh menjadi magnet bagi para penggiat wisata dan pencinta fotografi. Banyak pengunjung datang untuk mengabadikan momen langka, terutama saat matahari terbenam yang memantulkan warna jingga ke permukaan danau.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman, Rojali, mengatakan pesona tanjung ini sulit untuk diabaikan.

“Keindahan Tanjung Rappeh memang tidak terbantahkan. Dari sini pengunjung bisa melihat hamparan danau, sungai hingga luah yang mengelilinginya. Saat senja, matahari tenggelam di ufuk barat Danau Semayang selalu jadi momen yang paling dinanti wisatawan,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Pepohonan yang tumbuh di sekitar tanjung turut dijaga oleh warga, terutama para nelayan yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Vegetasi alami itu tidak hanya memperindah lanskap, tetapi juga berfungsi menahan terjangan ombak danau yang kerap menghantam tepian daratan.

Menurut Rojali, abrasi perlahan mulai terlihat di beberapa sisi tanjung. Karena itu, masyarakat berinisiatif melakukan penanaman pohon sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan.

“Kalau tidak dijaga, ombak danau bisa terus mengikis tanah di tepian. Karena itu kami mendorong penanaman pohon di depan tanjung agar abrasi bisa diminimalisir,” katanya.

Keindahan Tanjung Rappeh juga berubah mengikuti musim. Saat kemarau tiba, hamparan rumput hijau membentang luas sehingga kawasan ini kerap dijadikan lokasi berkemah oleh para wisatawan. Sementara ketika air danau pasang, panorama menjadi lebih dramatis dengan beberapa pohon yang berdiri kokoh di tengah genangan air.

Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung biasanya menyusuri perairan menggunakan transportasi air seperti long boat atau perahu mesin ketinting. Perjalanan melintasi danau justru menjadi pengalaman tersendiri sebelum tiba di tanjung yang tenang dan alami.

Bagi masyarakat Desa Sangkuliman, keberadaan Tanjung Rappeh bukan hanya kebanggaan alam, tetapi juga peluang ekonomi. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, kawasan ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan penghasilan warga setempat.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH