Menu

Mode Gelap
Camat Samarinda Ulu Apresiasi Aksi Penghijauan PDI Perjuangan, Dinilai Dukung Ketahanan Pangan dan Iklim Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Samarinda Tanam Bibit Buah di Folder Air Hitam Perjalanan Pulang Bagus, Eboni, dan Ruby: Enam Tahun Belajar Menjadi Liar, Kini Kembali ke Hutan Kalimantan Dari Rantai ke Rimba, Tiga Orangutan Akhirnya Kembali ke Habitat Alami Setelah Bertahun-tahun Direhabilitasi Dandim 0906/Kukar Ajak Wartawan Perangi Hoaks dan Jaga Persatuan Bangsa

IKN NUSANTARA · 19 Mar 2026 16:00 WITA ·

Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN, Momentum Sejarah di Ibu Kota Baru


 Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara. Masjid ini akan menjadi lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus menandai Salat Idulfitri perdana di kawasan tersebut. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara. Masjid ini akan menjadi lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus menandai Salat Idulfitri perdana di kawasan tersebut. Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Masjid Negara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Ibu Kota Nusantara (IKN), untuk pertama kalinya akan menggelar Salat Idulfitri berjamaah pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau tahun 2026. Salat hari raya ini dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WITA dan terbuka bagi masyarakat umum yang ingin merayakan hari kemenangan bersama di ibu kota baru Indonesia.

Pelaksanaan Salat Idulfitri ini menjadi momen bersejarah sekaligus penanda semakin hidupnya aktivitas keagamaan di kawasan IKN yang tengah berkembang. Sebelumnya, pada 19 Maret 2026, juga akan dilakukan pemantauan hilal di kawasan IKN sebagai bagian dari proses penetapan awal Syawal secara nasional.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa momentum ini terbuka luas bagi masyarakat untuk ikut merasakan pengalaman beribadah di Masjid Negara IKN.

“Salat Idulfitri di Masjid Negara terbuka untuk umum. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang berada di IKN dan sekitarnya, untuk hadir dan melaksanakan ibadah bersama. Ini bukan hanya perayaan hari kemenangan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan di ibu kota baru,” ujar Troy.

Ia menambahkan, kehadiran masyarakat dalam salat perdana ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menjadi bagian dari sejarah perkembangan Nusantara sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

Bertindak sebagai khatib adalah Prof. Dr. H. Muhammad Abzar Duraesa, M.Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Sementara imam salat dipercayakan kepada Dr. Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta. Adapun khatib dan imam cadangan adalah Ust. Dr. M. Aroka Fadli, SQ., M.Ag, dosen STAI Al-Muhajirin Purwakarta.

Pelaksanaan ibadah juga didukung petugas lainnya, yakni Ust. M. Rasky Raehan dan Ust. Muhammad Rifki Iksani sebagai bilal, serta Ust. Irfan Rosadi, SH.C.DAI sebagai pembawa acara.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, akses Tol IKN menuju kawasan Masjid Negara akan dibuka mulai pukul 04.30 WITA. Masyarakat diimbau datang lebih awal guna menghindari kepadatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Fasilitas parkir juga telah disiapkan, dengan lokasi utama di basement Masjid Negara. Jika kapasitas penuh, kendaraan akan diarahkan ke area parkir alternatif di sekitar kawasan sesuai petunjuk petugas.

Selain itu, layanan shuttle bus dalam kota turut disediakan untuk memudahkan mobilitas jamaah. Rute bus meliputi Rusun ASN 1 hingga Rusun ASN 4, HPK 1, HPK 2, serta Rest Area, dengan titik transit di Bundaran Sumbu Timur sebelum menuju Masjid Negara. Layanan ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WITA.

Bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, disediakan fasilitas mobilitas berupa golf cart guna mempermudah akses menuju lokasi salat.

Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga simbol tumbuhnya ekosistem sosial dan budaya di IKN. Masjid Negara diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang pemersatu umat yang memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan spiritualitas di tengah pembangunan ibu kota baru Indonesia.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Plaza Seremoni IKN Raih Penghargaan Internasional, Bukti Nusantara Kian Diakui sebagai Kota Masa Depan

26 Juni 2026 - 14:00 WITA

a113

SMA Taruna Nusantara IKN Siap Beroperasi, Ratusan Siswa Segera Tempati Kampus Baru di Nusantara

24 Juni 2026 - 09:00 WITA

a76

Pembangunan IKN Berbasis HAM, Otorita dan Kementerian HAM Satukan Langkah

23 Juni 2026 - 16:00 WITA

a65

Merangkai Identitas Nusantara Lewat Motif Batik, Otorita IKN dan Bank Indonesia Dorong Kreativitas Pengrajin Wastra Lokal

21 Juni 2026 - 10:00 WITA

a46

Otorita IKN Tanam 1.000 Pohon di Bekas Tambang Ilegal, Pulihkan Hutan Tahura Bukit Soeharto

18 Juni 2026 - 18:30 WITA

a10

IKN dan Korea Selatan Bangun Smart City Cooperation Center Senilai Rp115 Miliar

18 Juni 2026 - 17:30 WITA

a6
Trending di IKN NUSANTARA