Menu

Mode Gelap
Disnaker Balikpapan Evaluasi Rekrutmen Disabilitas Pasca Job Market Fair 2026 Bapemperda DPRD Samarinda Kaji Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 DPRD Samarinda Bekali Calon Paskibraka, Tanamkan Jiwa Pancasila Menuju Indonesia Emas Pemkot Balikpapan Bidik Lima Stel Seragam Gratis untuk Setiap Siswa Baru DLH Pastikan TPA Manggar Aman, Mitigasi Kebakaran Diperketat Hadapi Musim Kemarau

BERITA DAERAH · 26 Mar 2026 12:33 WITA ·

Tergerus Wisata Baru, Kunjungan Museum Kayu Tenggarong Menurun Pasca Lebaran


 Suasana wisatawan saat berkunjung ke Museum Kayu Tuah Himba, Tenggarong, beberapa waktu lalu. Para pengunjung mendapat pendampingan dari Koordinator Museum Kayu, Sophyan Hadi. Dok: Fairuzzabady/Fikri. Perbesar

Suasana wisatawan saat berkunjung ke Museum Kayu Tuah Himba, Tenggarong, beberapa waktu lalu. Para pengunjung mendapat pendampingan dari Koordinator Museum Kayu, Sophyan Hadi. Dok: Fairuzzabady/Fikri.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Jumlah pengunjung Museum Kayu di Tenggarong mengalami penurunan menjelang hingga setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh semakin banyaknya destinasi wisata baru yang bermunculan di sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara.

Koordinator Museum Kayu, Sophyan Hadi, mengungkapkan bahwa berdasarkan data kunjungan pada periode 18 hingga 25 Maret 2026, jumlah wisatawan yang datang hanya sekitar 250 orang. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, baik sebelum maupun sesudah Lebaran.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, memang ada penurunan. Salah satu penyebabnya karena sekarang banyak pilihan wisata baru di beberapa daerah,” ujar Sophyan, Kamis (26/3/2026).

Ia menjelaskan, hadirnya berbagai destinasi wisata baru di wilayah seperti Kota Bangun, Muara Muntai, hingga Teluk Dalam membuat masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk mengisi waktu libur Lebaran bersama keluarga.

Meski demikian, Museum Kayu tetap menjadi salah satu destinasi wisata edukatif unggulan di Kutai Kartanegara. Museum ini menyimpan lebih dari 300 jenis kayu khas Kalimantan Timur, di antaranya kayu ulin, kayu bengkirai, hingga koleksi langka berupa kayu yang telah membatu.

Selain sebagai tempat rekreasi, Museum Kayu juga berperan sebagai sarana edukasi bagi pelajar dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan hutan Kalimantan.

Untuk jam operasional, Museum Kayu dibuka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA pada akhir pekan, dan hingga pukul 16.00 WITA pada hari biasa. Sementara itu, tarif masuk ditetapkan sebesar Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

Pengelola berharap, pada momentum libur Lebaran mendatang, minat kunjungan masyarakat ke Museum Kayu dapat kembali meningkat seiring dengan upaya peningkatan daya tarik wisata yang terus dilakukan.

 

Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disnaker Balikpapan Evaluasi Rekrutmen Disabilitas Pasca Job Market Fair 2026

16 Juli 2026 - 18:00 WITA

ab39

Bapemperda DPRD Samarinda Kaji Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

16 Juli 2026 - 17:00 WITA

ab38

DPRD Samarinda Bekali Calon Paskibraka, Tanamkan Jiwa Pancasila Menuju Indonesia Emas

16 Juli 2026 - 16:00 WITA

ab37

Pemkot Balikpapan Bidik Lima Stel Seragam Gratis untuk Setiap Siswa Baru

16 Juli 2026 - 15:00 WITA

ab35

DLH Pastikan TPA Manggar Aman, Mitigasi Kebakaran Diperketat Hadapi Musim Kemarau

16 Juli 2026 - 14:00 WITA

ab34

150 Ribu Seragam Gratis Dibagikan, Pemkot Balikpapan Ringankan Beban Orang Tua

16 Juli 2026 - 13:00 WITA

ab36
Trending di BERITA DAERAH