Menu

Mode Gelap
Tiga Ormas Daerah Protes Tak Dilibatkan Kirab Erau 2026, Pemkab Kukar Beri Penjelasan Erau 2026 Masuk KEN, Hetifah Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Rendi Solihin Dorong One District One Festival untuk Perkuat Pariwisata Kukar Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

BERITA DAERAH · 29 Apr 2026 16:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Krisis Guru Dan Link And Match Pendidikan Dengan Dunia Kerja


 Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait kekurangan tenaga pendidik di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, memberikan keterangan terkait kekurangan tenaga pendidik di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyoroti kekurangan tenaga pendidik di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Samarinda, yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah guru dipicu oleh banyaknya tenaga pendidik yang pensiun maupun meninggal dunia, sementara pemenuhan kebutuhan belum berjalan optimal. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah provinsi melalui analisis yang lebih komprehensif. “Perlu analisis ulang kebutuhan guru,” ujarnya.

Anhar menegaskan, kekurangan guru tidak terjadi secara merata, melainkan lebih dominan pada mata pelajaran tertentu seperti matematika, bahasa Inggris, dan kimia yang hingga kini masih minim tenaga pengajar.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan terkait penutupan program studi (prodi) keguruan tidak dilakukan secara terburu-buru tanpa kajian mendalam. Ia menilai, kebijakan nasional harus disesuaikan dengan kondisi daerah. “Jangan samakan semua daerah,” tegasnya.

Menurutnya, Samarinda juga mulai terdampak kekurangan guru akibat perpindahan tenaga pendidik ke daerah lain, serta minimnya lulusan lokal yang sesuai kebutuhan bidang tertentu.

Terkait hal tersebut, Anhar menilai perekrutan tenaga pengajar dari luar daerah bukan menjadi persoalan selama berbasis kompetensi. Namun, ia berharap lulusan perguruan tinggi lokal mampu meningkatkan kualitas agar dapat bersaing. “Ini soal kompetensi, bukan asal daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti ketidaksesuaian antara dunia pendidikan, khususnya sekolah kejuruan (SMK), dengan kebutuhan pasar kerja di Samarinda. Ia mendorong adanya sinergi antara sekolah, Dinas Tenaga Kerja, dan pihak terkait agar jurusan yang dibuka relevan dengan kebutuhan industri. “Harus sesuai kebutuhan pasar kerja,” katanya.

Anhar turut menyinggung tingginya tingkat pengangguran terbuka di Samarinda, meskipun didukung anggaran daerah yang besar. Ia menyebut, perputaran ekonomi dari proyek-proyek pembangunan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal. “Tenaga kerja dan material masih banyak dari luar,” ungkapnya.

Melalui hal ini, DPRD berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat mengambil langkah strategis, mulai dari pemenuhan tenaga pendidik hingga penyelarasan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, agar mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Samarinda.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tiga Ormas Daerah Protes Tak Dilibatkan Kirab Erau 2026, Pemkab Kukar Beri Penjelasan

20 September 2026 - 15:00 WITA

k51

Erau 2026 Masuk KEN, Hetifah Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

20 September 2026 - 14:00 WITA

k50

Rendi Solihin Dorong One District One Festival untuk Perkuat Pariwisata Kukar

20 September 2026 - 13:00 WITA

k49

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Pemkot Balikpapan Percepat Layanan BPHTB, Ditargetkan Rampung Maksimal Tiga Hari

19 September 2026 - 17:00 WITA

k56
Trending di BERITA DAERAH