KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Semangat membangun sepak bola dari akar rumput mengemuka dalam Kongres Biasa PSSI Kutai Kartanegara 2026 yang digelar di Aula Serba Guna Dispora Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang, Sabtu (2/5/2026).
Kongres dibuka oleh Wakil Ketua Umum PSSI Kalimantan Timur, Syafruddin Duntu, yang menegaskan pentingnya statuta sebagai pedoman utama dalam menjalankan organisasi sepak bola.
“Statuta adalah buku panduan PSSI. Semua sudah diatur dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Sekarang tidak lagi Askab, semuanya sudah menjadi PSSI,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi prestasi Kutai Kartanegara pada Porprov di Berau yang berhasil meraih juara dengan mengandalkan pemain lokal.
“Kami apresiasi Kukar yang juara dengan pemain asli daerah. Akan terasa hambar jika juara, tetapi pembinaan tidak berjalan,” tambahnya.
Ketua PSSI Kutai Kartanegara, Thauhid Afrillian Noor, menegaskan bahwa fokus utama ke depan adalah menghidupkan kembali atmosfer stadion melalui kompetisi berkelanjutan.
“Visi besar kami adalah mengembalikan penonton ke stadion. Kami harus konsisten menggelar kompetisi usia dini, festival sepak bola, hingga antar klub dan komunitas suporter,” jelasnya.
Menurutnya, kehadiran penonton menjadi faktor penting dalam meningkatkan semangat bertanding para pemain.
“Percuma kalau yang menonton hanya sesama pemain. Kalau stadion ramai, semangat pemain pasti meningkat,” ujar Toi, sapaan akrabnya.
Ia juga memaparkan sejumlah capaian, seperti keberhasilan meraih emas pada Pekan Pelajar Olahraga Daerah tingkat Kalimantan Timur, serta prestasi di ajang Soeratin U-13 dan U-15.
Meski demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pembinaan sepak bola di daerah.
“Kami tetap menggulirkan kompetisi dan melakukan evaluasi berkala yang dilaporkan ke KONI dan Dispora. Kami berharap dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah,” terangnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kutai Kartanegara, Chairil Anwar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembinaan atlet, terutama menjelang Porprov Kalimantan Timur di Paser.
“Kami mendorong keterlibatan dunia usaha, khususnya sektor tambang dan perkebunan, untuk bersama-sama mendukung olahraga di Kukar,” ujarnya.
Ia juga optimistis Kutai Kartanegara mampu mempertahankan gelar juara umum dengan mengandalkan atlet lokal.
“Saya bangga, yang kita bina adalah putra asli daerah. Ini yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Melalui kongres ini, PSSI Kutai Kartanegara diharapkan mampu memperkuat fondasi pembinaan sepak bola sekaligus membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat luas.
Pewarta : M-H Editor : Fairuzzabady @2026

















