KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Taman Seri Loa Tuwi yang berlokasi di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai fasilitas dan wahana baru guna meningkatkan daya tarik wisata serta kenyamanan pengunjung.
Destinasi wisata yang memadukan konsep rekreasi keluarga, kolam renang, dan kawasan danau alami ini kini tengah melakukan pembangunan kafe sebagai fasilitas penunjang. Kehadiran kafe tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi para pengunjung yang datang bersama keluarga maupun komunitas.
Selain pembangunan kafe, pengelola juga menghadirkan wahana baru berupa mobil yang dapat berjalan di atas air. Wahana unik tersebut menjadi salah satu daya tarik terbaru yang mulai menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
“Fasilitas unggulan yang terbaru saat ini adalah mobil yang bisa berjalan di atas air. Untuk sementara, mungkin ini satu-satunya yang ada di kawasan sini,” ujar Owner Taman Seri Loa Tuwi, Adi Irawan, Senin (1/6/2026).
Tak hanya menghadirkan wahana baru, Taman Seri Loa Tuwi juga mulai menjadi pusat aktivitas komunitas paddle board. Dalam sekitar satu bulan terakhir, komunitas tersebut rutin berlatih dan beraktivitas di kawasan danau yang berada di area wisata tersebut.
Menurut Adi, anggota komunitas tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga datang dari Samarinda dan Balikpapan. Kehadiran komunitas tersebut turut menambah variasi aktivitas wisata yang dapat dinikmati pengunjung.
Di tengah tantangan sektor pariwisata yang masih dirasakan sejumlah destinasi wisata, Taman Seri Loa Tuwi justru mampu mempertahankan tingkat kunjungan yang relatif stabil. Adi mengungkapkan, rata-rata jumlah pengunjung mencapai 2.000 hingga 3.000 orang setiap bulan.
“Alhamdulillah, walaupun beberapa tempat wisata mengalami penurunan pengunjung, di sini masih cukup stabil. Rata-rata per bulan sekitar 2.000 sampai 3.000 pengunjung,” katanya.
Ia menjelaskan, lonjakan kunjungan biasanya terjadi saat akhir pekan dan hari libur nasional. Sebagian besar wisatawan berasal dari Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, hingga beberapa daerah lain di Kalimantan Timur. Bahkan, pengunjung yang memanfaatkan fasilitas camping ground pernah datang dari Kabupaten Paser.
Untuk menunjang kebutuhan wisatawan, Taman Seri Loa Tuwi menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari kolam renang, gazebo, musala, area bermain, hingga camping ground. Musala yang dibangun sekitar satu tahun lalu menjadi salah satu fasilitas yang banyak dimanfaatkan pengunjung saat berwisata.
Sementara itu, area camping ground masih menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lebih lama. Aktivitas berkemah kerap ramai pada akhir pekan maupun saat libur panjang.
Dari berbagai fasilitas yang tersedia, kolam renang masih menjadi wahana favorit pengunjung. Adi menyebut fasilitas tersebut menjadi daya tarik utama sejak Taman Seri Loa Tuwi pertama kali dibuka pada 2022.
“Awalnya tempat ini hanya memiliki kolam renang. Seiring waktu kami terus melakukan pembenahan dan menambah fasilitas agar pengunjung semakin nyaman,” ungkapnya.
Untuk menikmati seluruh fasilitas dasar yang tersedia, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang. Harga tersebut sudah termasuk akses ke kolam renang dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Sementara untuk fasilitas tertentu seperti gazebo maupun wahana khusus, dikenakan biaya tambahan.
“Kalau tiket masuk Rp10 ribu sudah termasuk fasilitas kolam renang dan fasilitas umum lainnya. Yang berbayar hanya fasilitas tertentu seperti gazebo dan wahana khusus,” jelas Adi.
Ke depan, pihak pengelola berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan dan inovasi agar Taman Seri Loa Tuwi semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kutai Kartanegara. Berbagai pembenahan akan terus dilakukan, baik dari sisi fasilitas maupun layanan kepada pengunjung.
“Mudah-mudahan kondisi pariwisata terus membaik dan destinasi wisata di Kutai Kartanegara bisa semakin berkembang serta mampu bersaing dengan daerah lain,” pungkasnya.
Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2026

















