Menu

Mode Gelap
Realisasi Keuangan BPKAD Samarinda Capai 44 Persen, Percepatan Sertifikasi 1.700 Aset Jadi Prioritas Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Ancam Pangkas Anggaran yang Tak Punya Target Jelas Abdul Rohim: TPST dan Insinerator Jadi Langkah Maju, Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Komandan Lanal Baru Dendam Lama Berujung Maut, Penjaga Malam Tewas dalam Duel Berdarah di Pasar Sepinggan

BERITA DAERAH · 30 Jun 2026 18:00 WITA ·

Abdul Rohim: TPST dan Insinerator Jadi Langkah Maju, Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah Tangga


 Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media usai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan insinerator Kampung Baqa, Selasa (30/6/2026). Ia mengapresiasi peresmian TPST dan insinerator sebagai langkah memperkuat pengelolaan sampah yang modern, sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan kepada awak media usai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan insinerator Kampung Baqa, Selasa (30/6/2026). Ia mengapresiasi peresmian TPST dan insinerator sebagai langkah memperkuat pengelolaan sampah yang modern, sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dengan mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” di kawasan insinerator Kampung Baqa, Jalan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Selasa (30/6/2026). Peringatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan fasilitas insinerator sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Kota Tepian.

Momentum tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Semua peringatan pada dasarnya adalah momentum untuk mengingatkan kembali substansi yang diperingati. Hari Lingkungan Hidup mengajak kita menjaga lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” ujar Abdul Rohim kepada awak media usai kegiatan.

Ia menegaskan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Kesadaran tersebut, menurutnya, harus dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke tingkat komunitas hingga menjadi budaya di tengah masyarakat.

Menurut Abdul Rohim, keberadaan TPST dan insinerator menjadi langkah positif dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah di Samarinda. Kedua fasilitas itu memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Ia menjelaskan, sampah yang masuk ke TPST akan dipilah terlebih dahulu sesuai jenisnya. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sedangkan residu yang tidak dapat diolah akan diproses menggunakan insinerator sebelum dibuang ke TPA.

“TPST berfungsi memilah sampah agar yang masih bernilai ekonomi bisa dimanfaatkan. Sementara residunya diproses melalui insinerator sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA menjadi jauh lebih sedikit,” katanya.

Abdul Rohim mengungkapkan, saat ini volume sampah yang masuk ke TPA Samarinda diperkirakan mencapai sekitar 600 ton per hari. Dengan hadirnya TPST dan insinerator, beban TPA diharapkan dapat berkurang sehingga usia operasionalnya menjadi lebih panjang.

Meski demikian, ia menilai pengelolaan sampah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pemusnahan melalui teknologi. Menurutnya, prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) tetap harus menjadi fondasi utama dalam pengelolaan sampah di Kota Samarinda.

Abdul Rohim bahkan mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan terkecil, seperti RT dan RW. Ia menilai pendekatan tersebut tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah idealnya dimulai dari rumah tangga. Sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi pakan maggot, kemudian maggot digunakan sebagai pakan ternak maupun ikan. Dari situ lahir nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah,” jelasnya.

Menurutnya, sejumlah daerah di Indonesia telah berhasil menerapkan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan melibatkan RT, RW, bank sampah, hingga kelompok usaha. Pola tersebut dinilai layak dikembangkan di Samarinda sebagai pelengkap sistem pengelolaan sampah yang telah dibangun pemerintah.

Ia berharap keberadaan TPST dan insinerator tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam mengurangi timbunan sampah, tetapi juga diikuti dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

“Kalau masyarakat ikut berperan aktif, persoalan sampah tidak hanya bisa diselesaikan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan,” pungkas Abdul Rohim.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Realisasi Keuangan BPKAD Samarinda Capai 44 Persen, Percepatan Sertifikasi 1.700 Aset Jadi Prioritas

30 Juni 2026 - 20:00 WITA

a171

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Lonjakan RKA BPKAD 2027, Ancam Pangkas Anggaran yang Tak Punya Target Jelas

30 Juni 2026 - 19:00 WITA

a170

Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Sambut Komandan Lanal Baru

30 Juni 2026 - 17:00 WITA

a161

KKT Bangun Koridor Hijau 800 Meter di Terminal Kariangau, Tanam 200 Bibit Pucuk Merah

30 Juni 2026 - 15:00 WITA

a159

Komisi II DPRD Samarinda Tunda Hearing Perumda Varia Niaga, Pembahasan Keuangan hingga Dana Hibah Menunggu Dirut

30 Juni 2026 - 14:00 WITA

a158

Dirut Berhalangan Hadir, DPRD Samarinda Jadwalkan Ulang Hearing Perumda Varia Niaga

30 Juni 2026 - 13:00 WITA

a157
Trending di BERITA DAERAH