Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027 Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

BERITA DAERAH · 9 Okt 2026 16:00 WITA ·

DP3A Kukar Dampingi 50 Anak Korban Kebakaran, Bantu Pulihkan Trauma Pascakejadian


 Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, memastikan anak-anak terdampak kebakaran di Tenggarong mendapat pendampingan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis dan mencegah trauma berkepanjangan. Foto: Indirwan. Perbesar

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, memastikan anak-anak terdampak kebakaran di Tenggarong mendapat pendampingan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis dan mencegah trauma berkepanjangan. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak terdampak kebakaran di kawasan Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026) ini bertujuan membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak setelah mengalami peristiwa kebakaran pada Senin (5/10/2026).

Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana. Melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, mereka diharapkan dapat mengurangi rasa takut, mengekspresikan perasaan, serta kembali merasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, mengatakan pihaknya langsung menginstruksikan jajaran untuk mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan pendampingan setelah kebakaran terjadi. Langkah ini dilakukan agar dampak psikologis yang mungkin dialami anak-anak dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

“Setelah kebakaran, saya minta teman-teman menyisir lokasi untuk melihat anak-anak yang perlu kita dampingi,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti sejumlah aktivitas, di antaranya bermain dan menggambar. Pendekatan ini dipilih untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka, sekaligus menciptakan suasana yang lebih nyaman selama proses pemulihan.

Syafliansyah menegaskan, pendampingan terhadap anak yang mengalami peristiwa traumatis perlu dilakukan sedini mungkin. Sebab, pengalaman yang tidak tertangani dengan baik berpotensi memengaruhi kondisi emosional dan perkembangan anak dalam jangka panjang.

“Melalui bermain dan menggambar, kita berharap beban trauma mereka berkurang. Penanganan sejak dini penting agar dampaknya tidak berkepanjangan,” jelasnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 anak dari berbagai kelompok usia, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD). Sebagian peserta merupakan siswa sekolah yang berada di sekitar kawasan terdampak kebakaran.

Antusiasme anak-anak terlihat selama kegiatan berlangsung. Bahkan, jumlah peserta yang hadir sempat melebihi kapasitas tempat pelaksanaan sehingga beberapa anak tidak dapat mengikuti kegiatan hingga selesai.

Menurut Syafliansyah, respons positif juga terlihat dari anak-anak yang begitu bersemangat mengikuti aktivitas menggambar, bahkan ada yang melakukannya lebih dari satu kali. Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa kegiatan kreatif dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyalurkan perasaan mereka.

Untuk menunjang kegiatan, DP3A Kukar menyediakan perlengkapan alat tulis yang digunakan anak-anak untuk menggambar. Melalui aktivitas sederhana tersebut, anak-anak diharapkan memiliki ruang untuk mengekspresikan emosi tanpa merasa tertekan ketika mengingat kembali peristiwa yang mereka alami.

Selain memberikan pendampingan langsung kepada anak-anak, DP3A Kukar juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya mengenali perubahan perilaku setelah anak mengalami kejadian traumatis.

Syafliansyah menjelaskan, orang tua perlu lebih peka terhadap kondisi emosional anak, termasuk ketika terjadi perubahan perilaku dari yang sebelumnya ceria menjadi lebih pendiam, mudah takut, atau menunjukkan sikap yang tidak biasa.

“Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan perilaku anak. Jika anak yang biasanya ceria menjadi lebih banyak diam, kondisi itu perlu dicermati,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan pendampingan tersebut bukan menjadi tahap terakhir. DP3A Kukar akan mengevaluasi kondisi anak-anak setelah pelaksanaan kegiatan awal untuk mengetahui apakah mereka masih membutuhkan pendampingan lanjutan.

Pihaknya juga menerima aspirasi dari sejumlah ibu yang berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan. Permintaan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun jadwal pendampingan berikutnya sesuai kebutuhan anak-anak terdampak.

“Kita akan menjadwalkan kembali kegiatan serupa sambil mengevaluasi perkembangan anak-anak,” ungkapnya.

Melalui upaya tersebut, DP3A Kukar berharap anak-anak yang terdampak kebakaran dapat melewati masa pemulihan dengan dukungan yang memadai, baik dari pemerintah maupun keluarga. Perhatian terhadap kondisi psikologis anak diharapkan membantu mereka kembali merasa aman, nyaman, dan mampu menjalani kegiatan sehari-hari secara bertahap.

Syafliansyah menegaskan, pemulihan anak-anak menjadi perhatian penting agar mereka dapat kembali menjalani masa pertumbuhan dengan ceria dan memperoleh dukungan yang dibutuhkan setelah mengalami peristiwa kebakaran.

“Kita ingin anak-anak kembali ceria, tertawa, dan merasa aman setelah kejadian tersebut,” pungkasnya.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83

Ahmad Yani Dorong Evaluasi Instalasi Listrik Pascakebakaran di Tenggarong, DPRD Siap Koordinasi dengan PLN

16 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n79
Trending di BERITA DAERAH