KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), ditunjukkan Paguyuban Seni Reog Ponorogo Kota Samarinda bersama puluhan paguyuban kedaerahan yang tergabung dalam Dewan Pengurus Daerah Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (DPD Ikapakarti) Kota Samarinda. Mereka menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut.
Aksi kemanusiaan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (10–11 Oktober 2026), di Simpang Empat Mal Lembuswana, Samarinda. Kegiatan tersebut melibatkan sembilan grup Paguyuban Seni Reog Ponorogo dan 35 paguyuban kedaerahan di Kota Samarinda yang secara bersama-sama mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memberikan bantuan kepada para korban kebakaran.
Anggota DPRD Kota Samarinda yang juga Sekretaris Jenderal DPD Ikapakarti Kota Samarinda, Sutrisno, didampingi Sekretaris Jenderal Paguyuban Reog Ponorogo Kota Samarinda, Agus Cukup Mujianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Menurut Sutrisno, aksi penggalangan dana ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong lintas paguyuban untuk membantu warga terdampak kebakaran di Tenggarong. Berdasarkan informasi yang diterima panitia, sekitar 80 keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah. Kami berharap bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban mereka,” ujar Sutrisno saat memberikan keterangan kepada awak media Kumalanews.id.
Ia menjelaskan, bantuan yang dihimpun tidak terbatas pada uang tunai. Masyarakat juga dapat menyumbangkan pakaian layak pakai maupun berbagai perlengkapan lain yang masih dibutuhkan oleh warga terdampak.
Hingga Minggu (11/10/2026), proses penggalangan dana masih berlangsung sehingga total donasi yang berhasil dihimpun belum dapat dipastikan. Panitia masih melakukan pendataan terhadap bantuan yang masuk, baik dari masyarakat maupun pihak lain yang turut memberikan dukungan.
Setelah penggalangan dana selesai, bantuan uang yang terkumpul rencananya akan disalurkan dalam bentuk paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat selama menjalani masa pemulihan pascabencana.
Sutrisno menegaskan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait yang menangani kebencanaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Koordinasi tersebut diperlukan agar proses penyaluran bantuan berlangsung tertib, sesuai kebutuhan, dan tepat sasaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait di Pemkab Kukar agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, Paguyuban Seni Reog Ponorogo bersama DPD Ikapakarti Kota Samarinda berharap semangat kebersamaan dan solidaritas antarmasyarakat terus terpelihara. Mereka ingin menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang daerah dan budaya tidak menjadi penghalang untuk saling membantu ketika masyarakat menghadapi musibah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kepedulian warga Samarinda terhadap masyarakat di daerah tetangga. Dengan keterlibatan puluhan paguyuban, aksi penggalangan dana tersebut diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak pihak untuk turut membantu proses pemulihan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong.
Pewarta : Yana Ashar Editor : Fairuzzabady @2026

















