KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Paguyuban Reog Ponorogo Kota Samarinda menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk membantu warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (10–11 Oktober 2026), ini dilakukan dengan menampilkan kesenian tradisional Reog Ponorogo di jalanan Kota Samarinda.
Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian para seniman terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah. Melalui pertunjukan seni budaya, para anggota paguyuban mengajak masyarakat yang melintas untuk turut menyumbangkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran.
Ketua Reog Ponorogo Kota Samarinda, Nidya Listyono, mengatakan kegiatan itu merupakan inisiatif bersama para anggota paguyuban yang ingin berkontribusi membantu sesama melalui bidang seni dan budaya.
Menurutnya, para seniman Reog Ponorogo tidak hanya ingin melestarikan kesenian tradisional, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial, terutama ketika masyarakat di Kalimantan Timur menghadapi bencana.
“Ini gerakan sosial teman-teman paguyuban Reog di Samarinda untuk membantu warga yang terdampak kebakaran di Kukar,” ujar Nidya saat memberikan keterangan kepada awak media KumalaNews.id, Minggu (11/10/2026) sore.
Ia menjelaskan, kegiatan penggalangan dana tersebut melibatkan sekitar sembilan hingga sepuluh paguyuban Reog Ponorogo yang ada di Kota Samarinda. Para anggota terlibat langsung dalam pertunjukan sekaligus mengumpulkan donasi dari masyarakat yang melintas di lokasi kegiatan.
Nidya menyebut, pemanfaatan kesenian tradisional dalam aksi kemanusiaan merupakan salah satu cara bagi para seniman untuk memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Dengan demikian, seni Reog tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi media untuk menggerakkan solidaritas dan semangat gotong royong.
“Kami berinisiatif turun ke jalan menampilkan Reog Ponorogo sekaligus mengumpulkan donasi untuk disalurkan kepada para korban,” jelasnya.
Di sisi lain, Nidya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Samarinda apabila kegiatan tersebut sempat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi. Ia memastikan para peserta tetap berupaya menjaga ketertiban agar aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu.
“Kami mohon maaf jika lalu lintas sempat terganggu. Kami tetap berupaya menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Ia berharap, aksi tersebut dapat memperoleh dukungan masyarakat sehingga donasi yang terkumpul mampu membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan pascabencana.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Reog Ponorogo Kota Samarinda juga ingin menunjukkan bahwa kesenian tradisional memiliki peran penting dalam kehidupan sosial. Selain menjaga kelestarian budaya daerah, seni dapat menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















