KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan memperkuat perannya dalam pemberdayaan keluarga melalui tiga program yang menyasar kebutuhan masyarakat, mulai dari digitalisasi administrasi organisasi, pembagian masker di tengah memburuknya kualitas udara, hingga pengelolaan sampah yang berpotensi memberikan nilai ekonomi.
Ketiga program tersebut meliputi peluncuran Griya Digital PKK, pembagian masker melalui enam kecamatan, serta kerja sama dengan PT Pegadaian melalui Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI). Rangkaian kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan efektivitas administrasi organisasi, membantu melindungi kesehatan masyarakat, dan mendorong kebiasaan pengelolaan sampah dari lingkungan keluarga.
Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, mengatakan ketiga program tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan PKK lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, peran kader PKK tidak hanya terbatas pada pemberdayaan keluarga, tetapi juga dapat diperluas untuk mendukung transformasi digital, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Digitalisasi Administrasi PKK
Salah satu program yang dikembangkan ialah Griya Digital PKK, yang dirancang untuk mengalihkan pengelolaan administrasi organisasi dari sistem konvensional menuju sistem digital. Pada tahap awal, digitalisasi difokuskan pada pengelolaan persuratan dan selanjutnya direncanakan mencakup pendataan, enam buku wajib PKK, serta administrasi lainnya.
“Melalui Griya Digital PKK, kita mulai mendigitalisasi administrasi, khususnya persuratan. Ke depan, sistem ini dikembangkan untuk pendataan dan enam buku wajib PKK,” kata Nurlena.
Ia menjelaskan, penerapan sistem digital diharapkan tidak hanya mengurangi penggunaan kertas, tetapi juga membuat administrasi lebih tertata, mempercepat proses kerja, dan mempermudah penyimpanan serta penelusuran data.
Sistem tersebut juga dinilai penting untuk menjaga kesinambungan administrasi ketika terjadi pergantian kepengurusan. Dengan dokumentasi yang lebih terstruktur, data organisasi diharapkan dapat dikelola secara berkelanjutan.
Karena itu, Nurlena mendorong seluruh kader PKK, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menerapkan sistem administrasi digital sesuai tahapan pengembangannya.
Bagikan Masker untuk Lindungi Kesehatan Warga
Selain melakukan pembenahan internal, TP PKK Balikpapan turut mengambil langkah kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan.
Pembagian masker dilakukan melalui enam kecamatan untuk membantu warga yang masih harus beraktivitas di luar ruangan. Perhatian khusus juga diarahkan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia, yang perlu mendapat perlindungan dari paparan asap dan polusi udara.
“Kami peduli kepada masyarakat yang bekerja dan beraktivitas di luar ruangan. Semoga pembagian masker ini membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan,” ujarnya.
Nurlena mengingatkan bahwa upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Selain menggunakan masker, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta mengikuti informasi dan arahan dari instansi terkait.
Ia juga mendorong kader PKK untuk membantu menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat serta melindungi anggota keluarga yang rentan terhadap dampak kualitas udara yang tidak sehat.
Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah
Program ketiga dijalankan melalui kerja sama dengan PT Pegadaian dan FORSEPSI untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih terarah, terutama melalui pemilahan sampah sejak dari rumah dan pengembangan bank sampah di lingkungan masyarakat.
Nurlena menilai keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan mengelola sampah. Perubahan perilaku dapat dimulai dari kegiatan sederhana, seperti memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menyalurkan sampah yang masih memiliki nilai guna melalui fasilitas pengelolaan yang tersedia.
“Saya mengajak seluruh kader PKK menjadi pelopor pemilahan sampah dari rumah, mengurangi plastik, dan menggerakkan bank sampah di lingkungan masing-masing,” katanya.
Menurutnya, sampah yang telah dipilah berpotensi memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola melalui mekanisme yang tepat. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan ialah program konversi sampah menjadi tabungan emas sesuai dengan ketentuan dan skema yang berlaku.
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah.
Nurlena berharap kerja sama dengan perangkat daerah, PT Pegadaian, dan FORSEPSI dapat berlanjut dalam bentuk kegiatan nyata yang melibatkan kader PKK dan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menegaskan, keberhasilan ketiga program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan kader dan konsistensi pelaksanaannya hingga tingkat keluarga. Karena itu, setiap program diharapkan tidak berhenti pada peluncuran atau kegiatan sesaat, melainkan menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Ketika keluarga saling menjaga, perempuan saling menguatkan, dan masyarakat bergerak bersama, Balikpapan berpeluang menjadi kota yang lebih sehat, bersih, dan sejahtera,” tutup Nurlena.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















