KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda menyoroti persoalan tata ruang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam kegiatan audiensi dan kunjungan studi ke Komisi II DPRD Kota Samarinda, Jumat (16/10/2026).
Perwakilan mahasiswa angkatan 2024, Charisma Thresensia Tandiayu, mengatakan audiensi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendalami kebijakan penataan ruang di Kota Samarinda, termasuk peran DPRD dalam mengawasi pelaksanaannya agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Charisma, pembahasan mengenai tata ruang menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan bidang keilmuan yang mereka pelajari di bangku perkuliahan. Mahasiswa ingin mengetahui langkah konkret yang dapat dilakukan DPRD apabila pelaksanaan penataan ruang tidak sesuai dengan perencanaan maupun aturan yang berlaku.
“Kami membahas langkah konkret DPRD jika penataan ruang tidak sesuai, termasuk bagaimana pengawasan dan evaluasinya,” ujar Charisma kepada awak media usai kegiatan.
Ia menjelaskan, pemahaman mengenai mekanisme pengawasan dan evaluasi kebijakan sangat penting bagi mahasiswa PWK. Sebab, perencanaan wilayah dan kota tidak hanya berkaitan dengan penyusunan rencana pembangunan, tetapi juga menyangkut pelaksanaan kebijakan serta pengendalian pemanfaatan ruang.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa berupaya memahami bagaimana fungsi pengawasan lembaga legislatif dijalankan dalam mendukung penataan ruang yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pembangunan daerah.
Selain tata ruang, audiensi tersebut juga membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan, termasuk kebakaran di kawasan lahan gambut. Pembahasan mencakup aspek penganggaran yang diperlukan untuk mendukung upaya penanganan persoalan lingkungan tersebut.
Charisma menyebutkan, efisiensi anggaran yang tengah menjadi pertimbangan pemerintah turut menjadi bagian dari diskusi. Kondisi tersebut dinilai perlu diperhatikan ketika membahas dukungan anggaran bagi penanganan persoalan lingkungan dan pembangunan daerah.
“Persoalan anggaran juga dibahas dengan mempertimbangkan kondisi efisiensi anggaran saat ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, materi diskusi disesuaikan dengan ruang lingkup keilmuan mahasiswa PWK, mulai dari tata ruang, ekonomi wilayah dan kota, hingga isu lingkungan yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan. Dengan demikian, audiensi tidak hanya menjadi sarana bertukar informasi, tetapi juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai persoalan perkotaan yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui secara langsung bagaimana isu pembangunan dibahas bersama para wakil rakyat, termasuk dalam melihat hubungan antara kebijakan tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan dukungan anggaran.
Melalui kunjungan studi ini, mahasiswa Untag Samarinda diharapkan dapat menghubungkan teori yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pengalaman tersebut juga diharapkan menambah wawasan mahasiswa mengenai proses pengambilan kebijakan serta peran DPRD dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan di Kota Samarinda.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















