Menu

Mode Gelap
Berkahrianda Digital Printing, Solusi Cetak Custom Sesuai Keinginan di Samarinda Wawali Balikpapan Minta Publik Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Pencabulan Siswi SD Pemkot Balikpapan Perkuat Aturan Kebencanaan dan Ketertiban Kota Polisi Dalami Kebakaran 3 Hektare Lahan di Manggar Baru Cuaca Panas dan Kekeringan Meningkat, Pemkot Samarinda Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla

BERITA DAERAH · 8 Sep 2024 13:15 WITA ·

Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka


 Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka (foto:istimewa) Perbesar

Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka (foto:istimewa)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Temu, memastikan tak ada penyebaran virus Monkeypox atau sering disebut Cacar Monyet di Benuo Taka.

Hal itu disampaikan Temu, berkenaan dengan maraknya penyebaran virus tersebut di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia, saat dikonfirmasi media Kumalanews.id, pada Minggu (8/9/2024).

“Penyebaran virus ini memang sangat mengkhawatirkan, namun dari hasil pemeriksaan kami di lapangan hingga saat ini, PPU terbilang steril dari penyebaran virus tersebut,” ungkap Temu.

“Akan tetapi kami tetap waspada, mengingat PPU saat ini menjadi daerah yang kerap menjadi pintu masuk antar provinsi maupun Ibu Kota Nusantara (IKN),” sambung Temu.

Temu menegaskan bahwa, untuk penanggulangan virus Monkeypox atau cacar monyet itu, selain rutin turun ke masyarakat, Dinkes PPU juga melakukan pengecekkan dan sosialisasi.

Tak hanya itu, Dinkes PPU juga meminta adanya peran dari masyarakat untuk terus membantu pemerintah, dalam hal  mensosialisasikan akan pentingnya kebersihan lingkungan dan hidup sehat serta terkait dengan virus Monkeypox.

“Kami terus melakukan upaya pencegahan, dimana selain melakukan pengecekkan dan sosialisasi kami juga intens berkoordinasi dengan masyarakat untuk penilaian dini di lapangan, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan,” tegas Temu.

Lebih lanjut Temu menjelaskan, ciri-ciri virus Monkeypox atau cacar monyet, dimana penyakit tersebut cenderung seperti cacar air, tapi lebih besar.

Selain itu, apa bila terkena penyakit tersebut biasanya mengalami demam akut yang mencapai lebih dari 38,5 derajat celcius, sakit kepala yang sangat hebat, nyeri otot dan punggung, serta pembengkakan kelenjar getah bening, hingga gangguan pernapasan, mual dan muntah.

“Untuk menentukan atau mendiagnosa perlu pemeriksaan langsung, dan yang mendiagnosa itu harus dokter apalagi cacar monyet  bisa menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tentunya peran dari masyarakat sekali lagi kami harapkan,” tutup Temu.(adv)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Berkahrianda Digital Printing, Solusi Cetak Custom Sesuai Keinginan di Samarinda

15 September 2026 - 15:00 WITA

k12

Wawali Balikpapan Minta Publik Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Pencabulan Siswi SD

15 September 2026 - 14:30 WITA

k11

Pemkot Balikpapan Perkuat Aturan Kebencanaan dan Ketertiban Kota

15 September 2026 - 14:00 WITA

k10

Polisi Dalami Kebakaran 3 Hektare Lahan di Manggar Baru

15 September 2026 - 13:30 WITA

k9

Cuaca Panas dan Kekeringan Meningkat, Pemkot Samarinda Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla

15 September 2026 - 13:00 WITA

k8

Kekeringan Ancam 654 Hektare Sawah di Samarinda, Ratusan Hektare Berpotensi Gagal Tanam

15 September 2026 - 12:30 WITA

k7
Trending di BERITA DAERAH