KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Efisiensi anggaran merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mengoptimalkan penggunaan dana yang tersedia agar mencapai hasil yang maksimal dengan biaya yang minimal.
Dalam konteks pemerintahan, efisiensi anggaran sangat penting untuk memastikan bahwa setiap pengeluaran benar-benar memberikan manfaat yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dampaknya, pemborosan dapat dikurangi, sehingga dana yang ada dapat dialokasikan untuk hal-hal yang lebih prioritas dan berdampak luas.
Dimana juga terjadi pada Rumah Sakit Muara Badak yang mengalami penurunan anggaran. Namun, hal tersebut telah diperhitungkan Pemkab Kukar melalui koordinasi dengan stakeholder terkait seperti IDI Kukar, Puskesmas, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Ortal, serta BKPSDM.
“Kita pastikan, kita buat namanya Grand Design pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan sampai di lima tahun ke depan,” ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, pada Kamis (27/02/2025).
Lebih lanjut Sunggono menjelaskan, dari hasil pertemuan dengan beberapa instansi terkait tersebut, Pemkab Kukar telah mengantongi informasi terkait kebutuhan tenaga kesehatan dibeberapa wilayah di Kukar termasuk Muara Badak.
Data tersebut nantinya akan dijadikan acuan untuk menjalankan program pemerintah terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sunggono memastikan bahwa, efisiensi anggaran tidak akan mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan karena sudah direncanakan dengan matang.
Dalam hal itu, Sunggono juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap kualitas kesehatan, karena Pemkab Kukar telah menjadikan hal tersebut sebagai fokus utama yang termasuk dalam program Kukar Idaman.
“Tidak perlu risau karena kami terus melakukan yang terbaik khususnya berkaitan dengan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tutupnya.(ADV/DiskominfoKukar)

















