Menu

Mode Gelap
Perda Transportasi Mulai Diperkuat, Dishub Samarinda Siapkan Penindakan Masif HUT ke-81 RI di DPRD Samarinda Meriah Tanpa APBD, Libatkan Swasta dan UMKM Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

BERITA DAERAH · 29 Mei 2025 10:15 WITA ·

Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia


 Pencarian Selama 2 Hari, Bocah 13 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setelah upaya pencarian selama dua hari, Tim Penyelamatan Gabungan akhirnya menemukan bocah berinisial MS (13), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam di wilayah Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tengggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

MS ditemukan pada Kamis (29/05/2025) pagi pukul 09.25 Wita dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal bocah 13 tersebut tenggelam, tepatnya di area Pelabuhan Ferry Loa Tebu.

“Setelah dua hari pencarian intensif, akhirnya MS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, di sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujar Kepada Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani.

“Atas permintaan keluarga, jenazah MS bocah 13 tahun itu langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan,” singkat Fida Hurasani.

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki berinisial MS (13) dikabarkan tenggelam saat berenang di Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Selasa (27/05/2025) sore.

Kejadian itu bermula pada saat MS bersama 4 orang temannya sedang berenang di keramba milik warga setempat.

Selanjutnnya, salah seorang teman MS mengajak rekan lainnya untuk melakukan aksi terjun ke Sungai Mahakam dengan gaya terjun tiruk.

Pada saat giliran MS untuk terjun, dua orang temannya mendengar suara benturan yang diduga mengenai drum keramba.

Setelah itu, mereka pun menunggu MS untuk muncul ke permukaan. Namun MS pun tidak kunjung muncul di permukaan air.

Melihat hal tersebut, salah seorang teman MS segera melaporkan kejadian itu kepada warga setempat bernama Ricky Wahyudi.

Setelah menerima kabar tersebut, Ricky Wahyudi pun langsung menuju lokasi belakang keramba, dan memanggil orang tua Muhammad Salman bernama Sulaiman.

Tidak menunggu lama, setelah ditiba di lokasi Sulaiman pun langsung terjun ke Sungai Mahakam untuk mencari sang buah hati.

Meski sudah mencari didalam air, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil dan MS tidak ditemukan.

 

Pewarta : Ghina A
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Perda Transportasi Mulai Diperkuat, Dishub Samarinda Siapkan Penindakan Masif

26 Agustus 2026 - 22:30 WITA

h27

HUT ke-81 RI di DPRD Samarinda Meriah Tanpa APBD, Libatkan Swasta dan UMKM

26 Agustus 2026 - 21:30 WITA

h26

Semarak HUT RI ke-81, Helmi Abdullah Ajak Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

26 Agustus 2026 - 20:30 WITA

h25

Kejar Target Nasional 30 Persen, Disdukcapil Balikpapan Percepat Aktivasi IKD

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h24

Dishub Samarinda Siapkan Sistem Baru Kupon Biosolar Subsidi, Berlaku 1 September 2026

26 Agustus 2026 - 10:30 WITA

h23

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21
Trending di BERITA DAERAH