KUMALANEWS.ID – Dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan Hari Guru Nasional, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Expo Hari Guru Nasional Tahun 2023.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Asisten II Setkab Kutai Kartanegara (Kukar) Wiyono, di lapangan parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong, pada Selasa (21/11/23) malam.
“Kegiatan ini dalam rangakaian acara besar dari Hari Guru Nasional, kebetulan Kukar menjadi tuah rumah tahun ini se-Kaltim, yaitu Porseni PGRI,” kata Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Aprilian Noor.
Lebih lanjut Thauhid Aprilian Noor mengemukakan, Expo Hari Guru Nasional Tahun 2023 ini bertujuan untuk mengenalkan sekolah yang memiliki kreatifitas dan inovasi kepada masyarakat secara luar.
Tak hanya itu, Expo Hari Guru Nasional Tahun 2023 ini juga untuk menampilkan berbagai kreatifitas maupun inovasi dari hasil karya seni yang di buat oleh para peserta didik dan guru di sekolah.
“Karena selama kegiatan hari guru itu sepertinya eksklusif tidak dibuka untuk masyarakat, namun di tahun kita buat terbuka untuk umum dan Dimeriahkan dengan Expo serta panggung hiburan,” ungkap Thauhid Aprilian Noor.
“Dalam kegiatan ini panitia bukan dari Disdik, semua dikelola oleh PGRI, tapi pembiayaannya tetap Pemkab yang menyiapkan,” sambung Thauhid Aprilian Noor.

Plt Asisten II Setkab Kukar Wiyono, didampingi Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor Menyaksikan Pertunjukan Musik Dari Peserta Didik.(Foto : Kumalanews.id)
Thauhid Aprilian Noor juga menyambut baik atas keterlibatan pihak sekolah pada gelaran Expo Hari Guru Nasional Tahun 2023 ini, dimana banyak produk serta hasil kerajinan dari peserta didik maupun guru yang di tampilkan.
“Sebenarnya banyak produk-produk yang sudah dihasilkan para peserta didik, nanti kita coba koordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk memfasilitasinya,” bebernya.
Thauhid Aprilian Noor juga menyebut, produk yang dihasilkan para peserta didik tersebut merupakan bagian dari profil pelajar Pancasila, dimana siswa-siswi harus menghasilkan sebuah karya yang membanggakan.
“Melalui Expo ini hasil karya-karya mereka ditampilkan. Disisi lain juga mengurangi aktifitas mereka terhadap ketergantungan penggunaan gawai,” tutupnya.(adv/disdikbudkukar)

















