KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) optimis dapat menurunkan angka stunting di akhir tahun 2024 menjadi di bawah 14 persen.
Dalam hal itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara Sunggono menegaskan bahwa per Oktober 2024 pencapaian angka stunting di Kukar telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan angka stunting sudah tercatat mencapai 15,9%, suatu angka yang berada di bawah rata-rata nasional.
Keberhasilan tersebut menandai kemajuan yang signifikan, mengingat target awal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat adalah untuk mencapai tingkat stunting di bawah 14%, walaupun kemudian telah direvisi menjadi 17%.
“Keberhasilan Kukar dalam mengatasi isu ini menjadikannya sebagai model rujukan bagi daerah lain di tingkat nasional dalam upaya menangani stunting,” ujar Sunggono, Kamis (14/11/2024).
Lebih lanjut Sunggono menerangkan bahwa, pemerintah daerah sudah menjalankan dua intervensi yakni intervensi sensitif dan intervensi spesifik guna mempercepat penurunan angka stunting di Kukar.
Intervensi sensitif dikelola oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dalam memberikan dukungan komprehensif, sementara intervensi spesifik difokuskan pada upaya yang dilakukan oleh OPD seperti tes kesehatan.
“Proses penanganan juga mencakup audit kasus stunting, yang dilaksanakan secara berkala untuk memastikan bahwa tindakan penanganan mengikuti kaedah yang telah ditetapkan dengan tepat dan efektif,” ungkap Sunggono.
Baca juga Persiapan Jelang MTQ Ke-45 Tingkat Kabupaten, LPTQ Kukar Gelar Rakor https://kumalanews.id/2024/11/14/persiapan-jelang-mtq-ke-45-tingkat-kabupaten-lptq-kukar-gelar-rakor/
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga sangat aktif melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bergizi kepada balita yang terindikasi stunting.
“Sejauh ini, intervensi-intervensi yang telah dilaksanakan di Kukar terbukti efektif dalam menurunkan angka stunting, dan keberhasilan ini dicerminkan oleh target yang sudah dicapai,” beber Sunggono.
Sunggono juga menegaskan bahwa, Pemkab Kukar terus berkomitmen untuk menggalakkan laju penurunan ini dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Alhamdulillah jalan semua itu bisa terbukti, akhir tahun kami yakin dapat membawa angka stunting ke bawah 14 persen,” tutupnya.(adv/diskominfokukar/fay/ruz)

















