Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 17 Sep 2025 17:15 WITA ·

Setengah Abad Operasi Lapangan HCA, PT Pertamina Hulu Mahakam Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Produksi Migas


 PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menandai pencapaian penting 50 tahun beroperasinya Lapangan Handil Central Processing Area (HCA) di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Foto. Dok: PT Pertamina Hulu Mahakam) Perbesar

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menandai pencapaian penting 50 tahun beroperasinya Lapangan Handil Central Processing Area (HCA) di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. (Foto. Dok: PT Pertamina Hulu Mahakam)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menandai pencapaian penting 50 tahun beroperasinya Lapangan Handil Central Processing Area (HCA) di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Capaian ini menjadi bukti keberhasilan pengelolaan lapangan migas yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan teknis, ekonomi, maupun sosial berkat dukungan SDM kompeten, inovasi teknologi, serta hubungan harmonis dengan para pemangku kepentingan.

Lapangan HCA mulai berproduksi pada 1975, dengan pengeboran perdana dilakukan di Sumur H-1 pada 15 Februari 1974. Sejak 2018, lapangan ini resmi dikelola oleh PHM sebagai bagian dari Wilayah Kerja (WK) Mahakam, salah satu aset migas strategis nasional.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menegaskan bahwa usia setengah abad bukanlah tanda senja bagi sebuah lapangan migas. Sebaliknya, momen ini menjadi masa emas yang menegaskan ketahanan operasi, penerapan teknologi terkini, dan sinergi kuat dengan para pemangku kepentingan sebagai fondasi menjaga keberlanjutan produksi.

“Keberlangsungan Lapangan HCA selama 50 tahun adalah hasil konsistensi dalam mengadopsi teknologi modern, komitmen pada praktik operasi berkelanjutan, serta dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Tanpa mereka, perjalanan panjang ini tidak akan tercapai,” ungkap Setyo.

Menurut Setyo, inovasi dan penerapan teknologi memainkan peran krusial dalam mempertahankan tingkat recovery dan produksi lapangan. Lapangan HCA menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan yang efisien dan berbasis teknologi mampu memperpanjang usia lapangan hingga tetap produktif bagi bangsa.

Sepanjang perjalanannya, Lapangan HCA menghadapi fluktuasi harga migas, dinamika cadangan, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan. Namun, melalui digitalisasi operasi, inovasi berkelanjutan, serta pengelolaan adaptif, HCA berhasil mempertahankan posisinya sebagai aset vital energi nasional.

Setyo juga mengingatkan bahwa keselamatan pekerja adalah prioritas utama. “Keselamatan merupakan nilai utama perusahaan. Kinerja keselamatan yang unggul akan mendukung keberhasilan sekaligus keberlanjutan operasi migas,” tegasnya.

Selain aspek teknis, keberhasilan HCA tidak lepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat setempat yang menjaga iklim sosial kondusif. Keharmonisan ini memungkinkan perusahaan beroperasi lancar sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi daerah.

“Kami meyakini kolaborasi dengan pemerintah, pemegang saham, mitra kerja, serta masyarakat sekitar akan terus mendukung keberlanjutan produksi migas, yang sangat penting bagi penyediaan dan ketahanan energi nasional,” tutup Setyo.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8, yang mengelola operasi hulu migas di WK Mahakam sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai kontraktor kerja sama SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus berinovasi menghadirkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan demi mendukung keberlanjutan migas nasional serta mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. (*)

Informasi lebih lanjut tersedia di: https://phi.pertamina.com

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH