Menu

Mode Gelap
Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 21:15 WITA ·

Ritual Merangin Jadi Awal Perjalanan Sakral Belian dalam Rangkaian Erau Adat Kutai


 Para Belian melaksanakan ritual sakral Merangin dengan mengelilingi Binyawan, diiringi tabuhan gendang dan gong yang berirama, sehingga menciptakan suasana semakin magis. (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Para Belian melaksanakan ritual sakral Merangin dengan mengelilingi Binyawan, diiringi tabuhan gendang dan gong yang berirama, sehingga menciptakan suasana semakin magis. (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sebelum berlangsungnya puncak upacara Erau Adat Kutai, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar prosesi sakral yang disebut Merangin. Ritual ini dilaksanakan pada malam hari di luar keraton sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa dalam beberapa hari ke depan, pesta adat dan budaya Erau akan segera digelar.

Merangin dimaknai sebagai awal perjalanan para Belian, yakni pelaksana upacara adat, dalam menjalankan perintah Sultan. Prosesi ini diwujudkan dengan berjalan dan mendatangi rumah-rumah warga yang sebelumnya telah diundang dalam acara adat. Tujuannya adalah menyampaikan laporan, mengajak serta, sekaligus memberikan penghormatan kepada tamu, baik dari kalangan masyarakat maupun dimensi spiritual.

Ritual Merangin dibuka dengan pembacaan mantra oleh pimpinan upacara, diikuti tujuh Belian Laki dan tujuh Belian Bini yang mengelilingi Binyawan di tengah bangunan. Sesekali beras kuning ditebarkan sebagai tanda dimulainya prosesi. Tabuhan gendang dan gong yang terus berirama membuat suasana semakin magis, terutama saat para Belian Laki mulai berputar mengelilingi Binyawan. Ritual ini kemudian diakhiri dengan tarian tujuh Belian Bini yang menari mengitari Binyawan sebanyak tujuh kali.

Koordinator Belian, Sartin, menyebut Merangin dilaksanakan selama tiga malam berturut-turut, mulai dari Merangin Satu, Merangin Dua, hingga Merangin Tiga yang dilanjutkan dengan ritual Mengatur Dahar.

“Dengan Merangin ini, kami mengajak semua pihak untuk turut serta dalam rangkaian Erau. Supaya mereka merasa dihargai, dihormati, dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya, Kamis (18/9/2025) malam.

Lebih dari sekadar ritual, prosesi ini memiliki pesan penting bagi generasi muda. Melalui Merangin, nilai-nilai budaya leluhur yang diwariskan turun-temurun dapat terus dikenalkan dan dilestarikan.

“Harapan kami, generasi muda bisa lebih mengenal dan menghargai tradisi sakral seperti ini. Walaupun sakral, tradisi ini tidak akan lekang oleh waktu jika terus dijaga dan diperhatikan,” pungkas Sartin.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Simfoni Swara Nusantara Hidupkan KIPP IKN, Harmoni Musik dan Budaya Tarik Antusias Pengunjung

29 Maret 2026 - 10:00 WITA

musik001

Reog Ponorogo Hidupkan Bendungan Sepaku Semoi, Warga Antusias Nikmati Ruang Publik Baru di IKN

29 Maret 2026 - 09:00 WITA

reog1

Malam Pelipur Lara, Saat Musik Tradisi Borneo Berbicara Ke Hati

13 Februari 2026 - 08:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 82

Promosikan Budaya Nusantara dan UMKM, Duta Budaya Indonesia Siap Tampil di Rotterdam Belanda April 2026

22 Januari 2026 - 16:00 WITA

b22332e6 1bfb 4a1d a44e 583a8c58ba15

Nada Tradisi yang Dicatat Negara: Perjalanan Achmad Fauzi Menghidupkan Keroncong Tingkilan Kutai

19 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Yellow Abstract Shapes Film Photo Collage

Petala Borneo Menabuh Identitas Kutai: Dari Tanah Tradisi Menuju Panggung Musik Digital

3 Januari 2026 - 15:00 WITA

Beige and Brown Simple Fashion Collection Photo Collage Banner
Trending di BERITA DAERAH