KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kegiatan kepramukaan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunjukkan geliat yang kuat di kalangan pelajar, meskipun statusnya kini tidak lagi menjadi ekstrakurikuler wajib. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Novan Solihin, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (6/11/2025).
Menurut Novan, hampir seluruh sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, masih aktif menjalankan kegiatan pramuka melalui masing-masing gugus depan (gudep). Hal ini menunjukkan bahwa pramuka telah mengakar sebagai budaya pendidikan karakter di Kukar.
“Dari hasil pemantauan kami, aktivitas kepramukaan tetap berjalan di banyak sekolah. Siswa masih sangat antusias mengikuti latihan rutin, kegiatan baris-berbaris, hingga kegiatan penjelajahan dan perkemahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberlangsungan kegiatan tersebut tidak lepas dari peran penting para pembina pramuka yang berada di setiap sekolah. Para pembina ini menjadi ujung tombak dalam menjaga semangat dan konsistensi pembinaan karakter melalui kegiatan pramuka.
“Kesuksesan kegiatan pramuka sangat bergantung pada pembina di masing-masing sekolah. Karena itu, kami terus melakukan pendampingan dan peningkatan kapasitas pembina,” jelas Novan.
Meski kebijakan nasional telah mengubah pramuka dari kegiatan wajib menjadi pilihan, antusiasme siswa tidak mengalami penurunan berarti. Novan menilai hal ini terjadi karena pramuka telah lama menjadi identitas dan bagian dari kehidupan sekolah.
“Dulu pramuka diwajibkan pada masa pemerintahan Presiden SBY. Sekarang tidak lagi wajib. Tapi karena sudah menjadi kebiasaan dan nilai-nilainya dirasakan manfaatnya, kegiatan tetap berjalan,” ungkapnya.
Novan menegaskan bahwa pramuka memiliki peran strategis sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. Dalam kegiatan pramuka, para siswa tidak hanya belajar disiplin, tetapi juga nilai tanggung jawab, kebersamaan, kepemimpinan, serta kemampuan memecahkan masalah.
“Nilai-nilai dasar pramuka masih sangat relevan dengan kebutuhan perkembangan mental dan karakter anak-anak kita saat ini,” tegasnya.
Dispora Kukar melalui Bidang Kepramukaan terus berupaya memperkuat pembinaan dengan menyediakan program pelatihan berjenjang bagi para pembina. Salah satunya melalui pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML).
“Pembina yang terlatih dan bersertifikat akan mampu menjalankan pembinaan dengan lebih sistematis dan berkualitas. Itu yang sedang terus kami dorong,” tambah Novan.
Ia berharap seluruh sekolah di Kukar tetap mempertahankan pramuka sebagai bagian integral dari kegiatan pendidikan nonformal yang mendukung pembentukan karakter.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan luar kelas, tetapi ruang pembiasaan sikap dan perilaku. Kami ingin pramuka tetap tumbuh sebagai wadah pembinaan generasi muda Kukar yang mandiri, tangguh, dan berintegritas,” pungkasnya.
ADV Dispora Kukar Pewarta : Muhammad Zailany Editor : Fairuzzabady @2025

















