KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Aji Ali Husni, menyoroti tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program pembinaan kepemudaan di daerah. Menurutnya, persoalan yang muncul bukan hanya berkaitan dengan anggaran atau fasilitas, tetapi terutama terkait rendahnya kesadaran sebagian pemuda dalam mengembangkan potensi diri.
“Setiap peluang itu pasti punya tantangan. Salah satu yang cukup terasa adalah kurangnya pemahaman masyarakat, termasuk para pemuda, mengenai program pemerintah yang sebenarnya sudah disiapkan untuk mereka,” ungkapnya, Kamis (6/11/2026).
Aji Ali menyebutkan, masih terdapat kelompok pemuda yang memilih untuk menjalani gaya hidup santai dan kurang memiliki dorongan untuk meningkatkan keterampilan maupun kapasitas diri. Hal ini, lanjutnya, dapat menjadi hambatan dalam membangun generasi muda yang kompetitif, mandiri, dan siap bersaing di berbagai bidang.
“Masih ada teman-teman muda yang lebih memilih mencari nyaman dulu, nongkrong, dan santai tanpa memikirkan pengembangan diri. Padahal tantangan ke depan semakin berat, dan persaingan semakin terbuka,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti pola pikir sebagian orang tua dan masyarakat yang cenderung mendorong anak untuk langsung bekerja di perusahaan setelah lulus sekolah, tanpa mempertimbangkan perlunya keahlian jangka panjang.
“Kerja di perusahaan memang cepat menghasilkan uang, tapi itu tidak menjamin masa depan. Kalau perusahaan tutup atau mereka tidak lagi dibutuhkan, mereka bisa kehilangan arah karena tidak memiliki keterampilan yang bisa diandalkan,” tegasnya.
Meski demikian, Aji Ali menilai kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kukar sejauh ini sudah berjalan baik. Namun, koordinasi tersebut perlu diperkuat hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa agar program pembinaan benar-benar menyentuh kebutuhan pemuda di lapangan.
“Koordinasi antar-OPD sudah intens dan positif, hanya memang perlu ditajamkan sampai ke tingkat yang lebih bawah. Program akan efektif kalau betul-betul menyentuh kebutuhan di lingkungan mereka,” ujarnya.
Dispora Kukar berkomitmen untuk memperluas sosialisasi serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, organisasi pemuda, hingga komunitas lokal. Hal ini dilakukan agar pembinaan kepemudaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas dan kemandirian pemuda Kukar.
“Kita akan terus pacu sinergi dan sosialisasi program agar manfaatnya dapat dirasakan langsung. Pemuda adalah investasi masa depan daerah, jadi pembinaan harus berjalan berkelanjutan,” tutup Aji Ali.
ADV Dispora Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















