Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 25 Nov 2025 18:45 WITA ·

Inspektorat Samarinda Tekankan Penguatan Edukasi Antikorupsi pada Momentum Hakordia 2025


 Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, memberikan penjelasan usai rangkaian kegiatan Hakordia dan sosialisasi antikorupsi di DPRD Samarinda, Selasa (25/11/2025). (Grafis: Fathur) Perbesar

Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, memberikan penjelasan usai rangkaian kegiatan Hakordia dan sosialisasi antikorupsi di DPRD Samarinda, Selasa (25/11/2025). (Grafis: Fathur)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Inspektorat Kota Samarinda menegaskan pentingnya penguatan edukasi dan penyuluhan antikorupsi dalam momentum Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Usai menghadiri rangkaian kegiatan Hakordia dan Sosialisasi Antikorupsi dari KPK RI di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Inspektur Pembantu Khusus, Mukhlis, menyampaikan sejumlah pesan strategis terkait upaya pencegahan korupsi, Selasa (25/11/2025).

Mukhlis mengungkapkan, Samarinda masuk dalam daftar sepuluh besar daerah yang dinilai aktif dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi. Ia menyebut, rangkaian kegiatan Hakordia tahun ini telah dilakukan secara berkesinambungan, termasuk gelaran sosialisasi di GOR Segiri yang melibatkan masyarakat luas.

Menurut Mukhlis, edukasi publik menjadi bagian penting dari pencegahan korupsi. Materi sosialisasi, katanya, mencakup pemahaman dasar mengenai korupsi, integritas, hingga praktik suap. Hal tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat.

“Bagaimana pemerintah dalam penyuluhan antikorupsi ini, agar masyarakat tahu, pemerintah juga tahu. Apa itu korupsi, apa itu integritas, apa itu suap. Itu semua menjadi bagian dari konten sosialisasi, termasuk kepada anggota dewan,” tutur Mukhlis.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran, khususnya di tengah sistem penganggaran yang semakin ketat dan terstruktur.

“Mudah-mudahan ke depan, apalagi dengan sistem penganggaran sekarang, kita lebih hati-hati menggunakan anggaran sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mukhlis berharap, penyuluhan dan edukasi antikorupsi dapat terus diperluas agar budaya integritas semakin kuat dan menjadi karakter utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fathur
@2025
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH