Menu

Mode Gelap
Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

BERITA DAERAH · 25 Nov 2025 18:45 WITA ·

Inspektorat Samarinda Tekankan Penguatan Edukasi Antikorupsi pada Momentum Hakordia 2025


 Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, memberikan penjelasan usai rangkaian kegiatan Hakordia dan sosialisasi antikorupsi di DPRD Samarinda, Selasa (25/11/2025). (Grafis: Fathur) Perbesar

Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, memberikan penjelasan usai rangkaian kegiatan Hakordia dan sosialisasi antikorupsi di DPRD Samarinda, Selasa (25/11/2025). (Grafis: Fathur)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Inspektorat Kota Samarinda menegaskan pentingnya penguatan edukasi dan penyuluhan antikorupsi dalam momentum Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Usai menghadiri rangkaian kegiatan Hakordia dan Sosialisasi Antikorupsi dari KPK RI di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Inspektur Pembantu Khusus, Mukhlis, menyampaikan sejumlah pesan strategis terkait upaya pencegahan korupsi, Selasa (25/11/2025).

Mukhlis mengungkapkan, Samarinda masuk dalam daftar sepuluh besar daerah yang dinilai aktif dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi. Ia menyebut, rangkaian kegiatan Hakordia tahun ini telah dilakukan secara berkesinambungan, termasuk gelaran sosialisasi di GOR Segiri yang melibatkan masyarakat luas.

Menurut Mukhlis, edukasi publik menjadi bagian penting dari pencegahan korupsi. Materi sosialisasi, katanya, mencakup pemahaman dasar mengenai korupsi, integritas, hingga praktik suap. Hal tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat.

“Bagaimana pemerintah dalam penyuluhan antikorupsi ini, agar masyarakat tahu, pemerintah juga tahu. Apa itu korupsi, apa itu integritas, apa itu suap. Itu semua menjadi bagian dari konten sosialisasi, termasuk kepada anggota dewan,” tutur Mukhlis.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran, khususnya di tengah sistem penganggaran yang semakin ketat dan terstruktur.

“Mudah-mudahan ke depan, apalagi dengan sistem penganggaran sekarang, kita lebih hati-hati menggunakan anggaran sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mukhlis berharap, penyuluhan dan edukasi antikorupsi dapat terus diperluas agar budaya integritas semakin kuat dan menjadi karakter utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fathur
@2025
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern

3 Juni 2026 - 23:00 WITA

bpn04

Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 22:00 WITA

bpn03

Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana

3 Juni 2026 - 21:00 WITA

bpn02

SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran

3 Juni 2026 - 20:00 WITA

bpn01

Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

3 Juni 2026 - 19:00 WITA

kota0003

HKPR Dukung Raperda Reklame, Harap Perizinan Lebih Mudah dan PAD Samarinda Meningkat

3 Juni 2026 - 18:00 WITA

kota0002
Trending di BERITA DAERAH