Menu

Mode Gelap
Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

BERITA DAERAH · 2 Des 2025 15:15 WITA ·

Pelaku Fashion Samarinda, Bunda Gilfa, Dorong Penguatan Subsector Fashion dalam Raperda Ekonomi Kreatif


 Musrifah Gilfa, yang akrab disapa Bunda Gilfa, memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri rapat finalisasi Raperda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di DPRD Kota Samarinda. (Foto: Yana) Perbesar

Musrifah Gilfa, yang akrab disapa Bunda Gilfa, memberikan keterangan kepada wartawan saat menghadiri rapat finalisasi Raperda Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di DPRD Kota Samarinda. (Foto: Yana)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di DPRD Kota Samarinda mendapat perhatian dari para pelaku industri kreatif, termasuk subsektor fashion yang dinilai masih belum terakomodasi secara optimal dalam regulasi daerah.

Musrifah Gilfa, yang akrab disapa Bunda Gilfa, penggiat fashion sekaligus pendiri brand lokal Gilfante, berharap keputusan yang dihasilkan dalam rapat finalisasi hari ini dapat membawa angin segar bagi pengembangan subsektor fashion di Samarinda.

“Saya berharap keputusan hari ini membuka ruang lebih besar bagi subsektor fashion. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, fashion harusnya mendapat perhatian khusus karena memiliki ekosistem yang jauh lebih luas dibandingkan subsektor model,” ujarnya.

Fashion Belum Tercantum Spesifik dalam EKRAF Kementerian

Menurut Bunda Gilfa, dalam Ekraf Kementerian, istilah fashion justru belum tertulis secara spesifik. Yang muncul hanya subsektor model.

“Padahal fashion mencakup ekosistem yang lebih besar, dari hulu ke hilir. Tidak hanya model, tetapi desain, produksi, distribusi, hingga pemasaran. Karena itu saya mengusulkan agar dalam regulasi daerah nanti fashion disebut secara jelas sebagai subsektor yang berdiri sendiri,” tegasnya.

Komunitas Fashion Samarinda Terus Berkembang

Sebagai Ketua Komunitas Fashion Samarinda, Bunda Gilfa menyebut jumlah pelaku fashion di kota ini cukup besar dan terus bertambah.

“Setiap tahun kami melakukan regenerasi dengan membuka rekrutmen anggota baru. Banyak pemula, termasuk ibu rumah tangga dan pelajar. Komunitas kami menjadi wadah sosial untuk belajar, bertukar pengalaman, dan mengasah keterampilan,” tuturnya.

Sejak hijrah ke Samarinda pada 2016, ia melihat perlunya ruang bersama bagi pelaku kreatif yang ingin berkembang. Dari situ, komunitas yang ia kelola tumbuh menjadi ruang pembinaan bagi masyarakat.

Brand Lokal Gilfante Jadi Ruang Kreatif

Selain komunitas, Bunda Gilfa juga mengembangkan brand fashion Gilfante, yang menjadi wadah bagi pelaku kreatif lokal untuk berproses dan berkarya.

“Usaha fashion yang saya jalankan bersinergi dengan komunitas. Anggota yang sudah mandiri bisa berkembang, sementara pemula kami bimbing dasar-dasarnya,” jelasnya.

Ia berharap ke depan, Raperda Ekonomi Kreatif dapat memberikan dukungan yang lebih konkret bagi subsektor fashion mulai dari pembinaan, ruang pamer, hingga akses pemasaran.

“Semua subsektor ekraf saling berhubungan. Musik memang nomor satu di Samarinda, tetapi fashion juga punya potensi besar jika diberi ruang yang tepat,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fathur
@2025
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Regenerasi Petani Jadi Tantangan, DKP3 Balikpapan Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian Modern

3 Juni 2026 - 23:00 WITA

bpn04

Okupansi Hotel Menurun, BPPRD Balikpapan Intensifkan Pengawasan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 22:00 WITA

bpn03

Pelajar Balikpapan Tembus Seleksi Nasional Paskibraka 2026, Siap Bawa Nama Kaltim ke Istana

3 Juni 2026 - 21:00 WITA

bpn02

SPMB Balikpapan 2026 Dibuka Juni, Orang Tua Diminta Cermati Jadwal dan Jalur Pendaftaran

3 Juni 2026 - 20:00 WITA

bpn01

Ismail Latisi Apresiasi Kebijakan Guru Non-ASN, Dorong Solusi Permanen Atasi Kekurangan Guru di Samarinda

3 Juni 2026 - 19:00 WITA

kota0003

HKPR Dukung Raperda Reklame, Harap Perizinan Lebih Mudah dan PAD Samarinda Meningkat

3 Juni 2026 - 18:00 WITA

kota0002
Trending di BERITA DAERAH