Menu

Mode Gelap
Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan FKUB Samarinda Dorong Regulasi RUU LGBTQ untuk Lindungi Generasi Muda DPRD Samarinda Dorong Edukasi Masif Lewat Probebaya Usai Diskusi Publik RUU LGBTQ

BERITA DAERAH · 12 Jan 2026 14:00 WITA ·

Evaluasi Kinerja Damkar 2025, Komisi III DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran Tahun 2026


 Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan pers kepada media usai rapat hearing bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda terkait realisasi fisik dan keuangan TA 2025 serta rencana kegiatan fisik dan keuangan TA 2026, Senin (12/1/2026). Foto: Yana Ashari Perbesar

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, memberikan keterangan pers kepada media usai rapat hearing bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda terkait realisasi fisik dan keuangan TA 2025 serta rencana kegiatan fisik dan keuangan TA 2026, Senin (12/1/2026). Foto: Yana Ashari

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Komisi III DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat (hearing) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda untuk mengevaluasi realisasi fisik dan keuangan Tahun Anggaran (TA) 2025 sekaligus membahas rencana program serta kebutuhan anggaran TA 2026. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Gedung DPRD Kota Samarinda, Senin (12/1/2026).

Hearing tersebut dipimpin oleh Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, didampingi anggota Komisi III lainnya, Ari Wibowo dan Fahruddin. Turut hadir Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda beserta jajaran untuk memaparkan capaian kinerja serta tantangan yang dihadapi instansinya.

Usai rapat, Abdul Rohim menjelaskan bahwa pembahasan dengan Disdamkar secara prinsip tidak jauh berbeda dengan hearing yang sebelumnya dilakukan Komisi III bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra lainnya. Fokus utama pembahasan diarahkan pada dua aspek penting, yakni evaluasi kinerja tahun 2025 dan perencanaan program serta anggaran tahun 2026.

“Untuk evaluasi tahun 2025, kami menilai dua aspek utama, yaitu realisasi fisik dan realisasi keuangan,” ujar Abdul Rohim kepada media Kumalanews.id.

Ia menegaskan bahwa evaluasi realisasi keuangan menjadi perhatian serius Komisi III, mengingat adanya kondisi utang pemerintah daerah yang cukup besar pada beberapa OPD lain. Oleh karena itu, Komisi III ingin memastikan tidak terdapat tunggakan atau utang kepada pihak ketiga di lingkungan Disdamkar.

“Setelah kami lakukan pengecekan, alhamdulillah di Disdamkar tidak ditemukan adanya utang kepada pihak ketiga. Baik realisasi fisik maupun realisasi keuangan juga sangat baik, dengan capaian di atas 90 persen,” jelasnya.

Meski demikian, Komisi III DPRD Samarinda menyoroti kondisi anggaran Disdamkar pada TA 2026. Abdul Rohim mengungkapkan bahwa pagu anggaran yang dialokasikan sekitar Rp25 miliar masih didominasi untuk kebutuhan rutin dan operasional, seperti gaji aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), pembayaran listrik dan air, serta bahan bakar minyak (BBM).

“Dengan pagu anggaran yang ada, sebagian besar hanya cukup untuk membiayai kebutuhan operasional. Padahal, peran Damkar sangat vital dan dibutuhkan masyarakat, bukan hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam berbagai kondisi darurat lainnya,” katanya.

Ia menilai, seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, tugas dan fungsi Disdamkar kini semakin luas. Selain penanganan kebakaran, Disdamkar juga kerap terlibat dalam evakuasi hewan liar, penyelamatan warga, hingga bantuan teknis dalam berbagai situasi darurat.

Menurut Abdul Rohim, keterbatasan anggaran berpotensi menghambat optimalisasi upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. “Kami khawatir jika anggaran Damkar terlalu minim, maka upaya pencegahan tidak maksimal. Ketika terjadi bencana, penanganannya pun tidak optimal. Dampaknya tentu kerugian, baik material maupun nonmaterial, bisa semakin besar,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.

Sebagai tindak lanjut hasil hearing, Komisi III DPRD Samarinda meminta Disdamkar untuk menyampaikan secara rinci kebutuhan fisik maupun nonfisik yang diperlukan dalam menunjang tugas dan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Komisi III untuk memperjuangkan tambahan dukungan anggaran.

“Kami akan mengupayakan solusi, baik melalui pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Samarinda maupun dengan menjajaki kerja sama dengan mitra di luar pemerintah, seperti pihak swasta melalui pemanfaatan dana CSR,” pungkas Abdul Rohim.

 

Pewarta: Yana Ashari
Editor: Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan

26 Juli 2026 - 18:00 WITA

d64

Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi

26 Juli 2026 - 17:00 WITA

d63

Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

26 Juli 2026 - 16:00 WITA

d62

FKUB Samarinda Dorong Regulasi RUU LGBTQ untuk Lindungi Generasi Muda

26 Juli 2026 - 15:00 WITA

d61

DPRD Samarinda Dorong Edukasi Masif Lewat Probebaya Usai Diskusi Publik RUU LGBTQ

26 Juli 2026 - 14:00 WITA

d60

PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas

25 Juli 2026 - 16:00 WITA

d54
Trending di BERITA DAERAH