Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 28 Jan 2026 19:00 WITA ·

Iswandi Apresiasi Patung Bung Karno di Sangasanga, Dorong Edukasi Sejarah dan UMKM


 Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, berfoto bersama para tamu undangan usai peresmian Patung Soekarno di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026). Perbesar

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, berfoto bersama para tamu undangan usai peresmian Patung Soekarno di Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (27/1/2026).

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Samarinda sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) atas pembangunan Patung Bung Karno beserta kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Sangasanga.

Saat dikonfirmasi media Kumalanews.id, Rabu (28/1/2026), Iswandi menilai pembangunan tersebut merupakan langkah positif dalam menghadirkan ruang publik yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat makna sejarah dan edukasi bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan PSS Pertamina Sangasanga yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan kawasan tersebut. Proyek pembangunan RTH dan Patung Bung Karno diketahui berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

“Ini patut diapresiasi. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara membangun Patung Bung Karno dan ruang terbuka hijau di atas lahan milik PSS Pertamina Sangasanga. Harapannya, kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat kegiatan yang lebih luas,” ujar Iswandi.

Menurutnya, ke depan kawasan Patung Bung Karno tidak hanya menjadi ikon daerah, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti museum Bung Karno, ruang edukasi sejarah, perpustakaan, hingga diorama perjuangan.

Konsep pengelolaan kawasan tersebut dirancang dengan pendekatan yang lebih santai dan kekinian agar mudah diterima generasi muda. Dengan demikian, anak-anak muda tidak hanya datang untuk berkunjung, tetapi juga memahami nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

“Generasi muda bisa mengenal dan memahami sejarah, khususnya tentang Bung Karno, dengan cara yang lebih rileks dan modern. Bukan sekadar melihat patung, tetapi juga memahami pesan dan nilai perjuangannya,” jelasnya.

Selain sebagai sarana edukasi, Iswandi berharap kawasan tersebut dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan ruang publik yang representatif diyakini mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

Ia juga menilai pemilihan tanggal peresmian Patung Bung Karno pada 27 Januari sangat tepat. Pasalnya, tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Peristiwa Merah Putih Sangasanga yang mengenang perlawanan heroik rakyat Sangasanga terhadap penjajah Belanda pada 27 Januari 1947.

“Sangasanga telah ditetapkan sebagai kota sejarah. Karena itu, pembangunan Patung Bung Karno di wilayah ini sangat relevan sebagai simbol perjuangan,” katanya.

Lebih lanjut, Iswandi menyampaikan bahwa sebelum pembangunan dilakukan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah berkoordinasi dan berembuk dengan keluarga almarhum Bung Karno. Dalam peresmian tersebut, perwakilan keluarga Bung Karno turut hadir dan menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda.

“Patung ini hanya simbol. Yang terpenting adalah nilai di baliknya. Mungkin anak-anak muda datang untuk berswafoto, tetapi setidaknya mereka akan membaca, melihat diorama, dan mengenal siapa Bung Karno serta sejarah perjuangan bangsa,” tuturnya.

Melalui fasilitas pendukung seperti museum, diorama, dan perpustakaan, Iswandi berharap kawasan Patung Bung Karno di Sangasanga dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme serta kebanggaan generasi muda terhadap Bung Karno sebagai Bapak Proklamator dan Bapak Bangsa, sekaligus menularkan semangat tersebut kepada lingkungan sekitarnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH