Menu

Mode Gelap
Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan Lokasi IKN Untuk Pertama Kali Sebagai Titik Pemantauan Hilal Memperkuat Peran Nusantara Sebagai Ruang Kegiatan Keagamaan Demokrat Samarinda Serukan Semangat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H Danau Saguntur, Nadi Kehidupan Nelayan dan Mutiara Ekowisata di Hulu Mahakam

BERITA DAERAH · 3 Feb 2026 18:00 WITA ·

Hearing Komisi II DPRD Samarinda Ditunda, Data Dinas Perdagangan Dinilai Belum Siap


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan keterangan kepada sejumlah media terkait penundaan rapat hearing karena Dinas Perdagangan Samarinda belum menyiapkan data yang diminta. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan keterangan kepada sejumlah media terkait penundaan rapat hearing karena Dinas Perdagangan Samarinda belum menyiapkan data yang diminta. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Rapat hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama mitra kerja yang sedianya membahas persoalan pedagang dan relokasi pasar terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan karena data yang diminta kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda dinilai belum lengkap dan belum siap untuk dipaparkan.

Rapat tersebut sejatinya digelar di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda dan dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, didampingi Wakil Ketua, Sekretaris, serta anggota Komisi II DPRD Samarinda, yakni Andi Saharuddin, Rusdi Doviyanto, Joko Wiratno, dan Viktor Yuan. Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurahmani yang akrab disapa Yama, bersama jajaran.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, saat dikonfirmasi sejumlah media pada Selasa (3/2/2026), menjelaskan bahwa pembatalan rapat merupakan keputusan bersama karena Disdag belum menyiapkan data yang sebelumnya telah diminta oleh Komisi II.

“Kenapa kita batalkan? Karena sejak seminggu lalu, setelah kita bertemu dengan pedagang, Komisi II sudah meminta dinas untuk menyiapkan sejumlah data penting. Namun hingga hari ini, data tersebut belum disiapkan,” ungkap Iswandi.

Iswandi merinci, sedikitnya terdapat enam data krusial yang diminta Komisi II. Pertama, data existing jumlah pedagang yang berjualan sebelum dilakukan pembangunan. Kedua, data jumlah kios yang tersedia sebelum pembangunan. Ketiga, surat keputusan relokasi pedagang ke lokasi sementara selama proses pembangunan berlangsung, termasuk penempatan di Segiri Grosir Samarinda (SGS) dan Pasar Merdeka.

“Keempat, data pedagang yang memiliki eskap atau hak tempat usaha, by name by address, apakah digunakan sendiri atau disewakan. Kelima, data pedagang penyewa, juga by name by address. Dan keenam, jumlah pedagang yang sudah menerima kunci kios hingga saat ini,” jelasnya.

Menurut Iswandi, keenam data tersebut sangat penting sebagai dasar Komisi II dalam melakukan fungsi pengawasan. Data resmi dari dinas akan disandingkan dengan data yang diperoleh langsung di lapangan, guna memastikan keakuratan informasi dan mencegah adanya potensi praktik yang tidak transparan.

“Kita ingin bicara berdasarkan data, bukan asumsi. Data lapangan kita kombinasikan dengan data dinas supaya tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Dari situ nanti akan terlihat jika memang ada hal-hal yang tidak sesuai,” tegasnya.

Iswandi juga menyayangkan alasan pihak dinas yang menyebut belum dapat menyerahkan data karena harus mendapatkan izin dari Wali Kota Samarinda. Ia menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD telah dijamin oleh undang-undang.

“Kalau memang harus seizin Wali Kota, silakan pertemukan kami dengan Wali Kota. Kapan bisa kita bertemu. Kalau datanya tidak ada, kita mau membahas apa?” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa Komisi II tidak ingin berspekulasi dalam menangani persoalan ini. Seluruh proses pengawasan dilakukan secara terbuka dan berbasis data.

“Saya tidak mau mengira-ngira atau mengada-ada. Kita mau transparansi. Kalau datanya cocok, ya clear. Kalau tidak cocok, kenapa? Apa masalahnya? Siapa yang bermain? Itu yang ingin kita pastikan,” pungkasnya.

Komisi II DPRD Kota Samarinda memastikan rapat hearing akan kembali dijadwalkan setelah seluruh data yang diminta dapat dipenuhi secara lengkap oleh Dinas Perdagangan Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
©2026
Artikel ini telah dibaca 160 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

18 Februari 2026 - 11:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 2

Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

18 Februari 2026 - 10:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 09.39.20

Demokrat Samarinda Serukan Semangat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H

17 Februari 2026 - 20:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 17 at 22.13.05

Danau Saguntur, Nadi Kehidupan Nelayan dan Mutiara Ekowisata di Hulu Mahakam

17 Februari 2026 - 19:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan

Arie Wibowo Ucapkan Selamat Imlek 2026, Ajak Perkuat Kerukunan dan Kebersamaan

17 Februari 2026 - 17:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 17 at 19.37.52

Iswandi Kritik Sidak Seremonial, Komisi II Siap Turun Diam-Diam Jelang Ramadan

16 Februari 2026 - 14:00 WITA

iswandi15best
Trending di BERITA DAERAH