Menu

Mode Gelap
Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027 DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

BERITA DAERAH · 12 Feb 2026 10:00 WITA ·

Kabel LPJU Dicuri, Jembatan Mahkota II Gelap dan Membahayakan


 Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, memberikan keterangan terkait pencurian kabel LPJU di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) yang menyebabkan jembatan gelap pada malam hari, Rabu (11/2/2026) malam. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, memberikan keterangan terkait pencurian kabel LPJU di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) yang menyebabkan jembatan gelap pada malam hari, Rabu (11/2/2026) malam. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Aksi pencurian kabel instalasi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan lampu sorot dekoratif di Jembatan Achmad Amins (Mahkota II) membuat kawasan tersebut gelap gulita pada malam hari. Kondisi ini menuai perhatian Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi.

Saat dikonfirmasi awak media, Rabu (11/2/2026) malam, Rusdi mengungkapkan bahwa kabel yang hilang mencapai kurang lebih 2,8 kilometer di kedua sisi jembatan. Kabel tersebut merupakan bagian dari instalasi penerangan utama serta lampu sorot yang selama ini memperindah sekaligus menerangi jembatan.

“Informasinya kabel yang dicuri adalah kabel LPJU dan lampu sorot dekoratif. Totalnya sekitar 2,8 kilometer di dua sisi jembatan,” ujarnya.

Ia mengaku terkejut menerima laporan tersebut. Meski belum sempat melintas pada malam hari, Rusdi menyayangkan aksi pencurian yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, Jembatan Mahkota II merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah wilayah di Samarinda, sehingga penerangan menjadi kebutuhan mendesak.

“Ini sangat kita sayangkan. Jembatan itu jalur penting masyarakat. Kalau gelap tentu membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Rusdi juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Ia menyebut pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian bersama, terutama dari para Ketua RT dan warga sekitar.

“Kita semua adalah penjaga di lingkungan masing-masing. Kalau ada aktivitas mencurigakan, apalagi malam hari, harus berani bertanya. RT juga perlu memastikan siapa yang bekerja dan apa kegiatannya,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Ia berharap instansi terkait segera mengambil langkah perbaikan agar penerangan Jembatan Mahkota II kembali normal dan keamanan pengguna jalan tetap terjamin.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

c21

Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD

21 Juli 2026 - 16:00 WITA

c20

Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026 - 15:00 WITA

c19

Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027

21 Juli 2026 - 14:00 WITA

c18

DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 13:00 WITA

c17

Ribuan Guru Samarinda Ikuti Upskilling AI, Pemkot Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 12:00 WITA

c16
Trending di BERITA DAERAH