Menu

Mode Gelap
Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

BERITA DAERAH · 23 Jul 2026 14:00 WITA ·

Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Meningkat, Pemkot Perkuat Komitmen Kota Layak Anak


 Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan advokasi perlindungan anak di Aula Balai Kota, Kamis (23/7/2026). Kegiatan bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, Forum Anak, PKK, akademisi, psikolog, serta berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kota Layak Anak adalah komitmen nyata untuk memenuhi hak dan melindungi anak,” ujarnya.

Menurut Bagus, Balikpapan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan, perkawinan usia dini, eksploitasi, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, penguatan ketahanan keluarga, serta pengembangan program Kota Layak Anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak masih menunjukkan tren peningkatan. Hingga Juli 2026, tercatat 132 kasus, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 122 kasus.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih mengalami peningkatan dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, DP3AKB juga menemukan sejumlah anak yang terpapar paham terorisme melalui media sosial akibat mengakses konten digital yang tidak sesuai. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat edukasi literasi digital serta pengawasan terhadap anak.

Melalui rapat yang digelar secara hybrid ini, Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga hak anak terpenuhi, angka kekerasan dapat ditekan, dan predikat Kota Layak Anak tetap dapat dipertahankan.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat

7 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e99

DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi

7 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e98

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan

7 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e97

Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum

7 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e96

DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

7 Agustus 2026 - 13:00 WITA

e95

DPRD Samarinda Dorong Pesantren Layak Anak, Minta Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual Diperkuat

7 Agustus 2026 - 12:00 WITA

e94
Trending di BERITA DAERAH