Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

IKN NUSANTARA · 4 Sep 2026 15:30 WITA ·

Otorita IKN Perkuat Pengendalian Karhutla, Respons Cepat Dibagi dalam Tujuh Klaster


 Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Upaya ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak yang melibatkan pemerintah, perusahaan, organisasi lingkungan, dan relawan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Otorita IKN memperkuat pengendalian karhutla melalui strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Upaya ini diperkuat dengan pembentukan Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak yang melibatkan pemerintah, perusahaan, organisasi lingkungan, dan relawan untuk mempercepat penanganan di lapangan. Foto: Humas Otorita IKN.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Nusantara melalui strategi terpadu yang mencakup pencegahan, penanggulangan, hingga pemulihan. Langkah tersebut telah dipersiapkan sebelum memasuki musim kemarau 2026 dan terus dilakukan untuk menghadapi potensi peningkatan risiko karhutla.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Otorita IKN membentuk Satuan Reaksi Cepat Multi Pihak Pengendalian Karhutla. Satuan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Otorita IKN, Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, pemerintah desa dan kelurahan, perusahaan, organisasi lingkungan hidup, hingga relawan.

Para relawan yang terlibat antara lain berasal dari Masyarakat Peduli Api, Mitra Polhut, serta relawan pemadam kebakaran. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi sekaligus memperkuat kemampuan penanganan ketika ditemukan potensi maupun kejadian kebakaran.

Untuk meningkatkan efektivitas respons di lapangan, kawasan pengendalian karhutla IKN dibagi menjadi tujuh klaster. Pembagian tersebut dilakukan secara partisipatif dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti sebaran posko, ketersediaan peralatan, sumber daya manusia, serta kemudahan akses menuju lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran.

Setiap klaster dipimpin seorang koordinator yang berasal dari unsur Otorita IKN, pemerintah kecamatan, maupun perusahaan. Penentuan koordinator disesuaikan dengan karakteristik dan keterlibatan para pihak di masing-masing wilayah.

Masing-masing klaster juga dilengkapi informasi harian terkait perkembangan titik panas dan lokasi sumber air. Data tersebut digunakan sebagai bahan kesiapsiagaan sekaligus membantu tim menentukan langkah ketika harus melakukan pemadaman di lapangan.

Dalam tahap penanggulangan, upaya yang dilakukan tidak hanya berupa pemadaman api. Petugas juga melakukan penyekatan untuk mencegah api meluas, kemudian dilanjutkan dengan pembasahan dan pendinginan terhadap area yang telah terbakar. Setelah api dinyatakan padam, lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Pelaksanaan penanganan melibatkan Otorita IKN bersama pos pemadam kebakaran, BPBD, UPT Dinas Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, perusahaan, relawan, serta seluruh unsur Satuan Reaksi Cepat. Aparatur sipil negara di lingkungan Otorita IKN juga menjalankan piket secara bergantian di sejumlah posko untuk mendukung patroli dan pemantauan kawasan.

Selain memperkuat kesiapsiagaan personel, Otorita IKN menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan berkepanjangan. Salah satunya dengan menambah pasokan air melalui pemanfaatan sumber air dari Waduk Sepaku Semoi dengan dukungan jaringan pipa.

Otorita IKN juga berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 22–25 Agustus 2026. Operasi tersebut dilakukan untuk membantu menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko karhutla.

Dari pelaksanaan OMC tersebut, hujan turun di sejumlah wilayah dan airnya kemudian dimanfaatkan untuk menambah pasokan di Waduk Sepaku Semoi. Di sisi lain, Otorita IKN juga mengupayakan cadangan air tanah melalui kegiatan pengeboran.

Saat ini, penyelidikan geolistrik dilakukan sebagai tahap awal untuk mengetahui potensi sumber air tanah. Setelah tahapan tersebut, pengeboran direncanakan dilakukan pada minggu keempat September 2026.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, upaya menjaga kawasan Nusantara tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga.

“Pengendalian karhutla adalah kerja bersama,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga Nusantara sebagai kota hutan yang aman dan berkelanjutan.

Perhatian juga diberikan kepada para petugas yang berada di garis depan dalam penanganan karhutla. Otorita IKN mendistribusikan multivitamin untuk membantu menjaga kondisi dan kebugaran petugas selama menjalankan patroli maupun proses pemadaman.

Dengan penguatan sistem respons cepat, pemetaan wilayah melalui tujuh klaster, serta dukungan ketersediaan air dan personel, Otorita IKN terus mendorong kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak kebakaran sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan hutan dan lingkungan Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2

Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Penataan Tahura Bukit Soeharto

1 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l65

Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan

1 Oktober 2026 - 09:00 WITA

l53
Trending di IKN NUSANTARA