Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 5 Sep 2026 12:30 WITA ·

Harga Cabai Lokal Tembus Rp100 Ribu, Pemkot Balikpapan Pastikan Stok Pangan Aman


 Satgas Pangan bersama Satgas Pangan Polda Kaltim dan Satgas Pangan Polresta Balikpapan melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Sabtu (5/9/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Satgas Pangan bersama Satgas Pangan Polda Kaltim dan Satgas Pangan Polresta Balikpapan melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat, Sabtu (5/9/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Harga cabai menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami kenaikan di Pasar Pandansari, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, harga cabai lokal kini mencapai Rp100.000 per kilogram, sedangkan cabai yang didatangkan dari luar daerah berada di kisaran Rp85.000 per kilogram.

Kondisi tersebut terungkap saat Satgas Pangan bersama Satgas Pangan Polda Kalimantan Timur, Satgas Pangan Polresta Balikpapan, Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, serta sejumlah instansi terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan pangan di Pasar Pandansari, Sabtu (5/9/2026).

Sidak turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan serta Perum Bulog. Sejumlah kebutuhan pokok yang menjadi sasaran pemantauan meliputi beras, telur, daging, bawang, dan cabai.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Balikpapan, Wahid Alauddin, mengatakan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kenaikan tersebut masih berada dalam batas yang dinilai wajar.

“Ada beberapa kenaikan, tetapi masih dalam batas wajar,” kata Wahid.

Harga Daging Naik Sekitar 5 Persen

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas daging. Berdasarkan hasil pemantauan, daging beku dijual sekitar Rp140.000 per kilogram, sementara daging segar mencapai Rp160.000 per kilogram.

Wahid menyebut kenaikan harga daging berada di kisaran lima persen. Menurutnya, angka tersebut masih dalam rentang yang dapat ditoleransi dan belum menunjukkan adanya lonjakan harga yang mengkhawatirkan.

Sementara itu, kenaikan harga cabai terlihat lebih mencolok. Cabai yang didatangkan dari luar Balikpapan dijual sekitar Rp85.000 per kilogram, sedangkan cabai lokal dari petani mencapai Rp100.000 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut salah satunya dipengaruhi kondisi cuaca di daerah penghasil cabai. Cuaca yang kurang mendukung dapat memengaruhi produksi dan pasokan sehingga berdampak terhadap harga di tingkat pasar.

“Cabai naik karena pengaruh cuaca di daerah produsen,” jelas Wahid.

Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, Wahid memastikan ketersediaan bahan pangan di Pasar Pandansari masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga terus memantau kondisi stok dan harga untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga.

“Stok cukup, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Harga Pangan Masih dalam Kategori Hijau

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Muhammad Anwar, mengatakan pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan secara rutin setiap hari melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kondisi harga pangan di Balikpapan masih berada dalam kategori hijau. Artinya, perubahan harga sejumlah komoditas masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan dan belum menunjukkan kondisi yang mengarah pada lonjakan signifikan.

“Secara umum masih kategori hijau,” kata Anwar.

Menurut Anwar, dari sejumlah komoditas yang dipantau, cabai menjadi salah satu bahan pangan yang mengalami kenaikan paling menonjol. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan faktor produksi di daerah hulu, terutama cuaca yang berlangsung cukup panjang di sejumlah wilayah penghasil.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga agar tidak berkembang menjadi lonjakan yang lebih tinggi, Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan memperkuat koordinasi dengan daerah penghasil dan pemasok bahan pangan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong kerja sama business to business (B2B) antara pedagang di Balikpapan dengan pemasok dari daerah produsen. Skema tersebut diharapkan dapat memperkuat jalur pasokan sekaligus menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan ke Balikpapan.

“Kami akan memperkuat kerja sama dengan daerah pemasok,” ujar Anwar.

Dalam sidak tersebut, tim turut didampingi Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kaltim AKBP Agus Sunandar, Kasat Reskrim Polresta Balikpapan AKP Agus Fitriadi, perwakilan Ditresnarkoba Polda Kaltim, serta perwakilan Bulog.

Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Pandansari masih aman. Pemerintah memastikan pengawasan harga dan stok akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas pangan serta mengantisipasi dampak kenaikan harga terhadap masyarakat.

Dengan kondisi pasokan yang masih tersedia, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah juga terus berupaya menjaga kelancaran distribusi agar kebutuhan pangan masyarakat Balikpapan tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH