Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

IKN NUSANTARA · 5 Sep 2026 17:30 WITA ·

Karhutla di Sekitar IKN Ditangani dari Udara, 10 Kali Water Bombing Dilakukan


 Karhutla di Sekitar IKN Ditangani dari Udara, 10 Kali Water Bombing Dilakukan Perbesar

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara (TNI AU), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta sejumlah mitra terkait mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dalam delineasi IKN.

Upaya pemadaman dilakukan melalui operasi water bombing dari udara yang dipadukan dengan pemantauan dan penanganan oleh tim di darat. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran api sekaligus mencegah munculnya titik api baru di kawasan yang memiliki potensi karhutla.

Operasi water bombing dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) menggunakan helikopter Caracal H225M TNI AU yang diberangkatkan dari Lanud TNI AU Dhomber, Balikpapan. Dalam operasi tersebut, pemadaman dilakukan dalam dua sortie dengan menyasar sejumlah lokasi yang berdasarkan hasil pemantauan membutuhkan penanganan.

Pada sortie pertama, helikopter melakukan water bombing di kawasan Bukit Tengkorak. Sementara pada sortie kedua, pemadaman dilakukan di Jalan Nasional Balikpapan–Samarinda KM 47 sebanyak lima kali, Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) KM 49–53 sebanyak empat kali, serta kawasan Wonotirto sebanyak satu kali.

Dengan demikian, total terdapat 10 kali water bombing yang dilakukan dalam operasi pada hari tersebut.

Penentuan sasaran pemadaman dilakukan berdasarkan informasi terbaru dari tim di lapangan. Pembaruan koordinat titik api menjadi acuan bagi tim udara untuk menentukan lokasi penyiraman secara lebih tepat, sementara kondisi di darat terus dipantau untuk melihat perkembangan api setelah dilakukan pemadaman.

Sumber air untuk mendukung operasi tersebut diperoleh dari sejumlah lokasi yang berada di sekitar kawasan penanganan, di antaranya Danau Merdeka dan bekas galian tambang.

Operasi ini sebelumnya diawali dengan patroli udara TNI AU pada Jumat (4/9/2026). Patroli dilakukan untuk mengidentifikasi sekaligus memantau kondisi karhutla di sejumlah wilayah. Data hasil pemantauan kemudian digunakan sebagai salah satu dasar dalam menentukan lokasi yang menjadi sasaran water bombing.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan respons cepat diperlukan agar kebakaran tidak berkembang dan meluas.

“Prinsipnya, jangan sampai berkembang lebih luas. Lebih awal ditangani, lebih baik,” ujar Danis.

Menurutnya, setelah operasi water bombing dilakukan, hasil pemantauan menunjukkan kondisi di sejumlah lokasi mengalami perbaikan. Api dan kepulan asap dilaporkan berkurang. Pemantauan tetap dilakukan bersama BMKG, termasuk melalui pengamatan satelit untuk mengetahui perkembangan kondisi terkini.

Danis menambahkan, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi karhutla, terutama ketika kondisi cuaca cenderung kering. Karena itu, informasi dari tim lapangan, pemantauan udara, dan data BMKG terus diintegrasikan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Pemantauan terus kami lakukan bersama BMKG,” katanya.

Sementara itu, Kapten Penerbang Helikopter Caracal H225M TNI AU, Arief Rahmanto, mengatakan koordinasi antara tim darat dan udara sangat menentukan keberhasilan operasi. Tim darat secara berkala memberikan informasi mengenai perubahan titik koordinat sehingga helikopter dapat mengarahkan penyiraman ke lokasi yang membutuhkan penanganan.

“Tim darat terus memperbarui koordinat titik api,” ujar Arief.

Menurutnya, pembaruan informasi secara langsung membuat tim udara dapat menyesuaikan sasaran water bombing dengan kondisi terkini di lapangan.

Otorita IKN bersama BNPB, TNI AU, BMKG, dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat pemantauan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah delineasi IKN. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan deteksi dini, respons cepat, ketepatan sasaran, dan pemadaman yang terukur.

Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah karhutla meluas sekaligus menjaga kawasan IKN dan lingkungan sekitarnya dari dampak kebakaran hutan dan lahan.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2

Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Penataan Tahura Bukit Soeharto

1 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l65

Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan

1 Oktober 2026 - 09:00 WITA

l53
Trending di IKN NUSANTARA