Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 7 Sep 2026 21:00 WITA ·

Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan


 Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pengembangan Pantai Dusit perlu melibatkan masyarakat sekitar. Menurutnya, keterlibatan warga penting untuk mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Disparpora Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pengembangan Pantai Dusit perlu melibatkan masyarakat sekitar. Menurutnya, keterlibatan warga penting untuk mendukung pengelolaan wisata yang berkelanjutan. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pantai Dusit di kawasan Markoni, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata bahari unggulan di tengah kota.

Potensi tersebut terlihat dari tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan kawasan pantai untuk berbagai kegiatan. Kondisi ini dinilai menjadi modal awal bagi Pemerintah Kota Balikpapan untuk melakukan penataan dan pengembangan kawasan secara lebih terarah.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, mengatakan pengembangan Pantai Dusit tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik alam. Keterlibatan masyarakat sekitar juga diperlukan agar pengelolaan kawasan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pantai Dusit berpotensi menjadi destinasi bahari utama,” kata Ratih, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang melibatkan masyarakat di sekitar kawasan Pantai Dusit. Kelompok tersebut nantinya dapat berperan dalam menjaga, mengelola, sekaligus mengembangkan potensi wisata yang ada.

Dengan keterlibatan masyarakat, pengelolaan kawasan diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Warga juga dapat memperoleh manfaat ekonomi dari berkembangnya aktivitas wisata di kawasan tersebut.

Terkendala Ketersediaan Lahan

Meski memiliki potensi besar, rencana pengembangan Pantai Dusit masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya berkaitan dengan ketersediaan lahan.

Ratih menjelaskan, penataan kawasan wisata membutuhkan ruang yang memadai untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas wisata, area aktivitas pengunjung, hingga aspek keselamatan dan keamanan.

Karena itu, persoalan lahan perlu dibicarakan lebih lanjut sebelum pengembangan dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah juga perlu memastikan konsep penataan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi kawasan dan kebutuhan masyarakat.

“Kalau lahannya sudah tersedia, kita bisa mulai branding dan menambah atraksi,” ujarnya.

Menurut Ratih, lokasi Pantai Dusit yang berada tidak jauh dari pusat Kota Balikpapan menjadi salah satu keunggulan. Akses yang relatif mudah dinilai dapat meningkatkan peluang kawasan tersebut untuk dikunjungi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Selain panorama pantai, penambahan atraksi wisata juga diperlukan agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan aktivitas. Konsep tersebut diharapkan dapat membuat kawasan lebih menarik sekaligus memudahkan pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan.

Disparpora Siap Dampingi Pengembangan

Ratih mengatakan Disparpora Kota Balikpapan siap memberikan pendampingan apabila rencana pengembangan Pantai Dusit mulai diarahkan secara lebih serius.

Koordinasi antara pemerintah daerah, masyarakat sekitar, dan pihak yang selama ini mengelola kawasan dinilai perlu dilakukan sejak tahap awal. Hal tersebut penting agar pengembangan wisata memiliki konsep yang jelas serta dapat berjalan sesuai dengan potensi dan kondisi di lapangan.

Selain pengembangan destinasi, Ratih menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Pantai Dusit. Menurutnya, aktivitas bersih-bersih yang selama ini dilakukan masyarakat harus dikembangkan menjadi gerakan berkelanjutan.

Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita ingin generasi muda dan masyarakat semakin peduli lingkungan,” pungkasnya.

Dengan dukungan masyarakat, kepastian lahan, penataan kawasan, serta penambahan atraksi wisata, Pantai Dusit dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata bahari yang representatif di tengah Kota Balikpapan.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga di sekitar kawasan pantai.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28
Trending di BERITA DAERAH